Anak Sulit Bangun Pagi? Coba Enam Cara Ini Tanpa Harus Berteriak

Ilustrasi. (foto: iStockphoto/mistar)
Medan, MISTAR.ID – Membangunkan anak di pagi hari terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Saat harus bersiap ke sekolah, anak justru masih sulit membuka mata sehingga rutinitas pagi kerap diwarnai drama.
Jika kondisi ini sering terjadi, orang tua tidak perlu langsung membangunkan anak dengan suara keras. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak lebih mudah bangun dan menjalani pagi dengan suasana yang lebih positif.
Mengutip ParentCo, sulitnya seseorang bangun pagi tidak selalu berkaitan dengan rasa malas. Faktor biologis, termasuk jam tubuh atau ritme sirkadian yang berbeda pada setiap orang, juga dapat memengaruhi kebiasaan tidur dan bangun seseorang.
Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba orang tua:
1. Pastikan anak memiliki waktu tidur yang cukup
Kebutuhan tidur anak berbeda berdasarkan usia. Waktu istirahat yang cukup dapat membantu anak lebih mudah bangun di pagi hari.
Rekomendasi durasi tidur berdasarkan usia:
Bayi usia 4–12 bulan: 12–16 jam per hari.
Anak usia 1–2 tahun: 11–14 jam per hari.
Anak prasekolah usia 3–5 tahun: 10–13 jam per hari.
Anak usia sekolah 6–12 tahun: 9–12 jam per hari.
Remaja usia 13–18 tahun: 8–10 jam per hari.
Orang tua juga dapat menciptakan suasana tidur yang nyaman, seperti mengurangi cahaya di kamar dan membatasi penggunaan gadget sebelum tidur.
2. Bangunkan dengan kalimat yang penuh kasih
Memulai pagi dengan ucapan positif dapat membantu memperbaiki suasana hati anak. Kalimat sederhana seperti "Selamat pagi, sayang" atau ungkapan perhatian lainnya bisa membuat anak merasa lebih nyaman saat bangun.
3. Berikan waktu untuk menyesuaikan diri
Tidak semua anak bisa langsung beraktivitas setelah membuka mata. Berikan waktu beberapa menit agar anak bisa bersantai sebelum mulai bersiap. Waktu transisi tersebut dapat membantu anak mempersiapkan diri secara mental untuk menjalani aktivitas hari itu.
4. Hindari membangunkan anak dengan teriakan
Membangunkan anak dengan suara keras justru dapat membuat suasana pagi menjadi penuh tekanan. Kebiasaan tersebut juga berisiko membuat anak semakin sulit merespons ketika dibangunkan. Sebaliknya, gunakan pendekatan yang lebih tenang agar anak terbiasa bangun dengan suasana positif.
5. Terapkan aturan dan tanggung jawab baru
Orang tua dapat mulai mengajarkan anak bertanggung jawab terhadap waktu bangunnya sendiri. Misalnya, membuat kesepakatan bahwa orang tua tidak selalu membangunkan anak setiap hari. Dengan cara ini, anak perlahan belajar mengatur rutinitasnya.
6. Atur alarm lebih awal
Memasang alarm lebih awal dari waktu persiapan sebenarnya dapat memberi anak waktu tambahan untuk bangun, bersiap, dan menghindari keterlambatan ke sekolah.
Kunci utama agar anak terbiasa bangun pagi adalah konsistensi. Kebiasaan yang dilakukan secara rutin setiap hari akan membantu membentuk pola tidur dan bangun yang lebih baik.
PREVIOUS ARTICLE
Tahun Pertama Berjalan, Penerima Manfaat Sekolah Gratis di Sumut Capai 104 Ribu Siswa



















