Friday, July 24, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Tahun Pertama Berjalan, Penerima Manfaat Sekolah Gratis di Sumut Capai 104 Ribu Siswa

Mistar.idJumat, 24 Juli 2026 pukul 20.56 WIB
tahun_pertama_berjalan_penerima_manfaat_sekolah_gratis_di_sumut_capai_104_ribu_siswa_

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumut, Alexander Sinulingga. (foto: iqbal/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) telah resmi berjalan di Tahun Ajaran 2026-2027. Program ini berlangsung di 10 daerah yang ada di Sumut.

Adapun kesepuluh daerah tersebut lima di antaranya berada di Kepulauan Nias dan lima daerah yang terdampak bencana yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Langkat dan Kota Sibolga.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumut, Alexander Sinulingga, mengatakan program tersebut memiliki 104 ribu lebih siswa penerima manfaat.

"Jadi kalau jumlah siswa itu total 104.426 siswa (penerima manfaat), untuk 10 daerah Kabupaten dan Kota tadi termasuk lima daerah yang terdampak bencana," ujarnya, Jumat (24/7/2026) sore.

Pemprov Sumut mengalokasikan puluhan milyar untuk program sekolah gratis tersebut pada tahun ajaran ini. "Sementara alokasi dananya itu Rp49,5 Miliar dan jumlah sekolah nya ada 293 sekolah untuk SMA, SMK, SLB negeri," ucap Alexander.

Alexander mengatakan, Pemprov Sumut melalui pihaknya nanti akan melakukan subsidi kepada sekolah-sekolah yang menjalankan program ini.

"PUBG untuk sebagai pengganti SPP, jadi komponen yang selama ini dibayarkan melalui SPP ini yang akan ditanggung oleh Pemerintah, artinya bakal disubsidi oleh Pemerintah Provinsi," tuturnya.

Ia mengatakan pada tahun ajaran berikutnya, program ini akan dikembangkan ke beberapa daerah lainnya. Alex menyebut Kabupaten Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Kota Padangsidempuan menjadi target berikutnya.

"Ini kepala sekolah nya lagi bimtek, supaya perencanaan dan peruntukkannya tepat, kita berharap PUBG ini tidak disalahgunakan penyalahgunaannya, jadi agar bisa tetap sasaran dan supaya tidak adalagi anak-anak yang putus sekolah," katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN