Friday, July 24, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Pembatasan HP di SMAN 1 Medan Buat Siswa Lebih Fokus Belajar dan Rajin ke Perpustakaan

Mistar.idJumat, 24 Juli 2026 pukul 16.16 WIB
pembatasan_hp_di_sman_1_medan_buat_siswa_lebih_fokus_belajar_dan_rajin_ke_perpustakaan

Wakil Kepala SMAN 1 Medan Bidang Kesiswaan, Rosmintha Bangun menunjukkan kotak penyimpanan hp di ruang BK. (foto: susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Kebijakan pembatasan penggunaan ponsel di satuan pendidikan yang diberlakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai berdampak bagi siswa.

Di SMA Negeri 1 Medan, para siswa semakin aktif berdiskusi satu dengan yang lainnya dan menggunakan buku-buku pelajaran, dari yang sebelumnya lebih mengandalkan ponsel dalam mencari jawaban cepat.

“Kita berusaha setelah tidak ada lagi hp, buku-buku yang sudah kita siapkan dari dana BOS dipakai dan belajarnya dari situ. Tapi kalau ada tugas, silakan saja kalau mau diambil dari medsos untuk perlengkapan tugas,” kata Wakil Kepala SMAN 1 Medan Bidang Kesiswaan, Rosmintha Bangun, Jumat (24/7/2026).

Meski awalnya disebut banyak siswa yang protes, kini sebagian besar mengaku tidak mengalami mata perih lagi setelah pembatasan penggunaan ponsel diberlakukan selama jam pelajaran berlangsung.

“Biasanya mereka pakai untuk pesan makanan, sekarang mereka sudah bawa bekal, dan kantin juga sudah jauh lebih antre. Perpustakaan sekolah juga sudah jauh lebih aktif, mereka sudah bolak-balik masuk perpustakaan untuk membaca atau meminjam buku,” ujarnya.

Kebijakan yang merujuk pada Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 itu mulai diberlakukan sejak masa pengenalan lingkungan sekolah bagi murid baru, kemudian menyusul pada hari pertama sekolah bagi siswa kelas 11 dan 12.

Untuk mendukung pemberlakuan kebijakan ini, pihak sekolah menyediakan kotak khusus di ruang BK untuk tempat hp siswa yang dikumpulkan sejak pukul 08.00 WIB dan dapat diambil setengah jam sebelum pulang sekolah. Seluler yang dikumpulkan juga harus sudah dalam keadaan mati (off).

“Mereka memasukkan hp ke box itu diawasi oleh guru mata pelajaran jam pertama termasuk diawasi oleh ketua, sekretaris dan bendahara kelas. Dipastikan betul-betul apakah itu hp-nya, jangan sampai hanya casing nya saja yang dimasukkan,” ucap Rosmintha.

Rosmintha menyebutkan pihak sekolah sangat mendukung pembatasan penggunaan ponsel di sekolah. Para siswa juga menjadi lebih fokus dalam belajar tanpa adanya distraksi ingin membuat video atau foto-foto di dalam kelas.

Ia juga berharap para siswa dapat memperdalam pembelajarannya di luar internet dengan memanfaatkan buku. Selain mengurangi paparan radiasi, Rosmintha juga menyebutkan pembatasan ini membantu siswa untuk tidak lagi bermain judi-judi online maupun menonton hal yang tidak baik di sekolah.

“Jadi sangat bermanfaat ke mereka. Kita berharap dengan tidak bisa dibukanya hp ini saat kegiatan belajar mengajar, anak-anak ini bisa lebih fokus ke pembelajaran,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Syifa Audina, siswa kelas XI SMAN 1 Medan. Sebagai anggota OSIS sekolah, ia juga sangat mendukung kebijakan tersebut. Meski sama sekali tidak bisa menggunakan ponsel selama di sekolah, ia tidak khawatir karena orang tua maupun siswa dapat berhubungan dengan wali kelas jika ada sesuatu hal yang penting.

“Awalnya pasti ada pro kontra. Salah satunya kami sebagai siswa takut tidak bisa menghubungi orang tua. Tapi dari sekolah juga ada solusi kalau ada keperluan mendesak bisa langsung ke wali kelas atau ke guru BK,” ujarnya.

Anak kedua dari dua bersaudara itu juga tak menampik adanya tantangan. Dari yang biasanya menggunakan internet, kini mereka harus berjuang lebih giat untuk mencari jawaban dan ilmu pengetahuan murni dari buku.

“Masih adaptasi lah. Dari yang dulu kebiasaan apa-apa internet, sekarang harus berpikir lebih kritis lagi,” katanya.

Meski demikian, ia juga berharap agar penggunaan hp dalam situasi mendesak dapat diperbolehkan oleh pihak sekolah. “Dan juga mungkin lebih diperketat aja sih, misalnya ada mungkin siswa-siswa lain yang belum ngumpulkan bisa lebih dilihat lagi,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN