SMAN 1 Medan Buka Posko Layanan SPMB, Tetap Beroperasi saat Libur

Orang tua maupun calon peserta didik mendatangi posko layanan penerimaan murid baru di SMAN 1 Medan. (foto: Susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap 1 untuk tingkat SMA/SMK di Cabang Dinas Pendidikan wilayah I hingga VI telah resmi dibuka mulai 25 Mei 2026. Pendaftaran berlaku via daring atau online.
Untuk mengantisipasi berbagai kendala pendaftaran daring, setiap sekolah akan membuka posko layanan setiap hari, termasuk saat libur nasional dan akhir pekan, salah satunya di SMA Negeri 1 Medan.
Dalam pantauan Mistar pada pendaftaran hari pertama di sekolah, tampak calon peserta didik dan orang tua mendatangi sekolah untuk bertanya atau menyampaikan kendala ketika masuk dalam sistem daftar online.
Kepala Tata Usaha sekaligus tim panitia SPMB SMAN 1 Medan, Muhammad Sawal, mengatakan sekolah telah melakukan berbagai persiapan jauh hari sebelum pelaksanaan penerimaan murid baru dimulai.
“Terakhir kita rapat hari Jumat lalu untuk mematangkan persiapan, terutama fokus pada verifikasi berkas karena itu yang paling banyak kendala yang kita hadapi selama ini,” ujarnya kepada Mistar, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, posko yang dibuka di sekolah berfungsi membantu calon peserta didik maupun orang tua yang mengalami kesulitan selama proses pendaftaran online. “Kalau ada masalah dalam proses pendaftaran, datang saja ke sini, nanti kita bantu sampai selesai,” katanya.
Posko layanan dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB dan tetap beroperasi saat libur bersama. Pada 27 Mei posko dibuka mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB, sedangkan 28 Mei tetap buka penuh hingga sore hari.
“Sabtu, Minggu, bahkan Senin libur pun tetap buka. Operator dan verifikator tetap melaksanakan tugas. Tidak ada libur, kita beri pelayanan maksimal untuk SPMB di SMAN 1 Medan,” tuturnya.
Menurutnya, sejak pagi tadi sudah lebih dari 10 orang datang ke sekolah untuk bertanya maupun meminta bantuan terkait pendaftaran.
Ia mengakui masih banyak orang tua yang mengalami kesulitan memahami sistem digital pendaftaran, meski umumnya didampingi anak mereka yang lebih memahami penggunaan aplikasi.
“Kendalanya biasanya soal kelengkapan berkas dan ketentuan pendaftaran. Kalau proses in-out yang di aplikasi, anak-anak biasanya sudah lebih paham,” katanya.
SMAN 1 Medan membuka kuota sebanyak 432 siswa yang terbagi dalam 12 rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing maksimal 36 siswa.
Untuk jalur penerimaan tahap 1 ini, seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor apabila jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia. “Kalau daya tampung misalnya 100, lalu yang daftar 200, maka di ranking berdasarkan nilai rapor tertinggi. Kalau sama baru dilihat jarak dan usia,” ucapnya.
Pendaftaran tahap pertama dibuka hingga awal Juni untuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi. Sementara tahap kedua untuk jalur prestasi dijadwalkan dimulai pada 18 Juni mendatang.
Sawal juga mengimbau masyarakat agar tidak percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tertentu. “SPMB ini berlangsung jujur dan transparan. Jangan percaya ada iming-iming dari pihak mana pun,” katanya.
Sementara itu, orang tua dari salah satu calon peserta didik, Tarigan, 56 tahun, mengaku datang langsung ke sekolah untuk mencari informasi terkait jalur prestasi bagi putrinya. “Anak saya mau daftar SMAN 1 Medan, karena saya pikir ini yang terbaik di Medan,” kata warga Kecamatan Medan Selayang itu.
Meski pendaftaran dilakukan secara online, ia menilai sistem tatap muka masih lebih memudahkan bagi orang tua. “Saya lebih suka jalur langsung karena orang tua dan calon murid lebih nyaman bertanya langsung. Kalau online masih susah, makanya saya datang ke sini untuk tanya informasi kelengkapan data-data yang diperlukan,” ujarnya.
Pendaftaran menuju SMA ini merupakan pertama sekali bagi Tarigan maupun putrinya. Karena jarak yang jauh, mereka akan mencoba jalur prestasi di tahap 2 nanti. Ia juga berharap agar putrinya dapat diterima di SMAN 1 Medan.
“Saya percaya SMAN 1 Medan. Karena saya juga sekolah di Medan dulu. Ternyata SMA ini tetap di atas ya. Mudah-mudahan lulus jalur prestasi, karena anak saya nilainya juga bagus,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan Vika, 15 tahun, calon peserta didik asal SMP Negeri 10 Medan yang mendaftar melalui jalur afirmasi.
Ia mengaku memilih SMAN 1 Medan karena prestasi sekolah tersebut di bidang olimpiade dan banyaknya lulusan yang diterima di perguruan tinggi ternama.
“Saya sering lihat SMA Negeri 1 menang olimpiade dan banyak lulusannya masuk universitas top 3 Indonesia. Saya juga mau masuk UGM nanti,” tuturnya.
Namun, Vika sempat mengalami kendala jaringan internet saat simulasi pendaftaran online. “Saya sempat nunggu sampai dua jam tapi tidak berhasil lanjut ke tahap berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan posko sangat membantu calon peserta didik maupun orang tua yang baru pertama kali mengikuti pendaftaran online.
“Membantu sekali, karena saya juga kan baru pertama kali daftar. Mama juga kurang paham sistem online, jadi kami datang ke sini untuk tanya-tanya,” ucapnya.
























