Warga Desa Lau Rambong Gotong Royong Perbaiki Jalan yang Rusak Parah, Minta Respons Bupati Dairi

Jalan penghubung dusun kondisinya rusak parah yang hendak diperbaiki warga secara swadaya dan gotong royong. (Foto: Dokumentasi pribadi Sarwedis/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID - Sekitar 40 warga Desa Lau Rambong, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, bergotong royong memperbaiki jalan rusak parah secara swadaya, Sabtu (8/8/2026). Warga sekaligus meminta respons Bupati Dairi terkait kondisi jalan yang diklaim tidak pernah tersentuh pembangunan.
Warga menggunakan sejumlah mobil pikap untuk mengambil dan melangsir material batu guna menutupi jalan yang berlubang. Jalan yang menjadi sasaran perbaikan merupakan penghubung Dusun III dan Dusun II dengan panjang sekitar 5 kilometer.
Saat dihubungi Mistar, Sarwedis Malau, selaku penggerak aksi gotong royong, mengatakan perbaikan jalan tersebut sudah dilakukan dua kali oleh warga tanpa sepengetahuan kepala desa setempat.
Ia juga mengunggah aksi gotong royong tersebut melalui akun Facebook Sarwedis Malau Malau dan meminta respons Bupati Dairi.
"Beginilah jalan Desa Lau Rambong, Kecamatan Silima Pungga-pungga, sama sekali tidak pernah tersentuh pembangunan pemerintah. Dengan ini masyarakat Desa Lau Rambong, terutama warga Dusun III, gotong royong mengambil batu untuk menutupi jalan berlubang rusak parah, kurang lebih sepanjang 5 kilometer. Halo, Pak Bupati, apa responsmu. Bahkan kepala desa tidak tahu bahwasanya masyarakatnya gotong royong," kata Sarwedis.
Menurut Sarwedis, kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki berdampak terhadap lebih dari 40 kepala keluarga (KK) di Dusun III. Mobil pengangkut hasil pertanian dan kendaraan yang mengangkut anak sekolah disebut tidak bisa masuk ke wilayah tersebut.
"Kami kasih tahu pun ke Kades, tidak direspons," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan kesepakatan warga, jalan penghubung Dusun III dan Dusun II menjadi prioritas untuk diperbaiki. Warga memperkirakan membutuhkan sedikitnya 30 mobil pikap L300 berisi material batu sirtu.
Saat ini, warga masih mengambil dan melangsir batu sirtu untuk memperbaiki jalan tersebut.
Sarwedis menyebut Desa Lau Rambong merupakan daerah penghasil tanaman muda dan tanaman tua, seperti kakao, durian, jengkol, sawit, jagung, dan kopi.
"Tetapi, jalan usaha tani dan jalan umum di sini kondisinya sangat rusak parah. Hanya sekali disentuh pembangunan aspal. Sekarang hancur lebur. Memang ada jalan alternatif bila akses terkendala total, keliling dari Kecamatan Siempat Nempu Hilir," katanya seraya menuturkan gotong royong perbaikan jalan tersebut tengah berlangsung. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Kapolres Taput: Kantor Terlalu Kecil, Sudah Layak Dipindahkan





















