Tak Kunjung Diaspal, Warga Kembali Pajang Pot Bunga di Jalan T Amir Hamzah yang Rusak

Warga Sambirejo menutup lubang-lubang menganga di badan jalan memakai ban bekas, meja panjang dan pot bunga. (foto: bayu/mistar)
Langkat, MISTAR.ID
Kondisi Jalan T Amir Hamzah di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, kian memprihatinkan. Meski sempat dilakukan perbaikan sementara dengan penimbunan menggunakan tanah, pasir, dan batu kerikil, jalan tersebut kini dipenuhi lubang besar yang menganga.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan, warga setempat kembali berinisiatif menandai lubang-lubang berbahaya tersebut menggunakan ban bekas, pot bunga, hingga meja panjang agar pengendara dapat lebih waspada saat melintas, Rabu (10/6/2026).
Salah seorang warga, Mariono, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, terutama saat hujan turun dan lubang jalan tertutup genangan air.
“Kalau lubang-lubang ini dibiarkan begitu saja, sangat membahayakan pengendara. Apalagi saat hujan deras, banyak pengendara yang tidak melihat lubang dan akhirnya terjatuh,” ujarnya.
Menurut warga, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada aktivitas masyarakat sehari-hari. Saat musim hujan, kondisi jalan berubah menjadi becek dan berlumpur.
Sementara ketika cuaca panas, debu beterbangan hingga mengganggu kesehatan warga dan aktivitas para pedagang UMKM yang banyak berjualan di sepanjang jalan tersebut.
Mariono juga mengaku kecewa karena hingga kini perbaikan permanen belum kunjung terealisasi. "Informasinya jalan ini baru akan diaspal setelah anggarannya tersedia. Sementara masyarakat harus terus menghadapi kondisi jalan yang rusak setiap hari,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Langkat Syah Afandin telah turun langsung menemui warga Desa Sambirejo usai aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan jalan rusak.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi jalan yang dinilai membahayakan dan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan debu yang ditimbulkan akibat kerusakan jalan serta meminta penertiban kendaraan pengangkut material galian C yang melintas di kawasan tersebut.
Menanggapi aspirasi warga, Bupati Langkat menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa ruas Jalan Sambirejo telah masuk dalam prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Menurutnya, proyek perbaikan Jalan Sambirejo menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar yang direncanakan pada tahun 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp31 miliar.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menerapkan pembatasan jam operasional kendaraan pengangkut material galian C, yakni tidak diperbolehkan melintas pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB guna menjaga keselamatan masyarakat, khususnya pelajar yang berangkat ke sekolah.
Masyarakat berharap proses perbaikan permanen dapat segera direalisasikan sehingga persoalan jalan rusak yang telah berlangsung lama tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan.






















