Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Aswin Parinduri Desak Pemerintah Atasi Kelangkaan Pupuk dan Jalan Rusak di Tabagsel

Mistar.idKamis, 4 Juni 2026 17.14
journalist-avatar-top
MA
aswin_parinduri_desak_pemerintah_atasi_kelangkaan_pupuk_dan_jalan_rusak_di_tabagsel

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, Aswin Parinduri. (Foto: Ari/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumatera Utara (Sumut), Aswin Parinduri, mendesak pemerintah untuk segera mengatasi persoalan kelangkaan pupuk dan kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Menurutnya, gangguan produksi pupuk akibat bencana yang terjadi di pabrik Pupuk Iskandar Muda beberapa waktu lalu turut berdampak terhadap distribusi pupuk di Sumut, khususnya di Tabagsel yang mayoritas masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian.

“Situasi sekarang memang berbeda. Sebelumnya masyarakat hampir tidak pernah mengeluhkan pupuk. Namun setelah produksi terganggu akibat bencana, petani kembali mengalami kesulitan mendapatkan pupuk pada musim tanam tahun ini,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, selama ini kebutuhan pupuk di sebagian wilayah Sumatera dipenuhi dari produksi dalam negeri dan bahkan sempat mengalami surplus hingga dapat diekspor. Namun, pascagangguan produksi, distribusi pupuk terpaksa didatangkan dari luar Sumatera, termasuk dari Pulau Jawa.

“Pemerintah harus terus berupaya memenuhi kebutuhan pupuk petani, meski tantangan distribusi dan biaya transportasi masih menjadi kendala di lapangan. Di sisi lain, pupuk nonsubsidi memang tersedia, tetapi harganya masih memberatkan petani,” kata Aswin.

Selain persoalan pupuk, ia juga menyoroti kondisi jalan provinsi di sejumlah wilayah Tabagsel yang dinilai masih jauh dari layak. Berdasarkan hasil kunjungannya ke berbagai daerah saat masa reses, banyak masyarakat mengeluhkan jalan rusak yang hingga kini belum mendapat penanganan maksimal.

“Kalau kita melihat secara keseluruhan, tingkat kemantapan jalan di beberapa daerah masih jauh dari ideal. Banyak ruas jalan mengalami kerusakan cukup parah, apalagi setelah terdampak bencana alam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain ruas jalan Simpang Tandosan menuju Tolang, kawasan Jembatan Merah Simpang Gambir, hingga sejumlah akses penghubung antarwilayah yang menjadi jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kesenjangan pembangunan infrastruktur masih terlihat di sejumlah daerah. Di satu sisi terdapat jalan yang sudah mulus dan memadai, namun di sisi lain masih banyak kawasan padat penduduk yang bertahun-tahun harus menghadapi kondisi jalan rusak.

Ia juga menyoroti beberapa jalur strategis yang menghubungkan Sipirok, Simpang Tandosan, hingga wilayah perbatasan Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

“Kami tentu mendukung seluruh program pembangunan pemerintah. Namun masyarakat juga berharap pembangunan dilakukan secara merata, terutama pada jalan-jalan yang menjadi akses utama kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut VII yang meliputi Kabupaten Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, dan Kota Padangsidimpuan, Aswin juga meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

Menurutnya, praktik kendaraan bermuatan berlebih menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan di berbagai daerah.

“Pengawasan terhadap kendaraan ODOL harus diperketat agar jalan yang dibangun dengan anggaran besar tidak cepat rusak,” katanya.

Ia menegaskan, harapan masyarakat sebenarnya cukup sederhana, yakni ketersediaan pupuk saat musim tanam dan kondisi jalan yang layak dilalui.

“Dua hal ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan roda perekonomian daerah,” tutupnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN