Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
SUMUT

Ratusan Warga Sambirejo Blokir Jalan Rusak, Bupati Langkat Janji Kucurkan Rp31 Miliar

Mistar.idJumat, 29 Mei 2026 pukul 17.39 WIB
ratusan_warga_sambirejo_blokir_jalan_rusak_bupati_langkat_janji_kucurkan_rp31_miliar

Aksi unjukrasa warga Sambirejo protes jalan rusak. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Langkat, MISTAR.ID

Ratusan warga Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat menggelar aksi demonstrasi memprotes kondisi jalan rusak yang tak kunjung diaspal pemerintah, Kamis (28/5/2026) malam.

Meski diguyur hujan deras, warga tetap bertahan di lokasi aksi sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan yang dinilai semakin parah dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

Sebelumnya, Pemkab Langkat telah melakukan perbaikan sementara dengan meratakan jalan menggunakan material tanah, pasir, dan batu. Namun, hal itu justru membuat warga semakin tidak nyaman karena menimbulkan debu saat cuaca panas dan becek ketika hujan turun.

Dalam aksi tersebut, massa memblokir akses jalan utama menggunakan ban truk, bangku panjang, hingga papan reklame sehingga truk, mobil, maupun sepeda motor tidak dapat melintas di jalan tersebut.

Warga mengaku kesal karena kerusakan jalan sudah berlangsung lama, namun belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah.

Selain dipenuhi lubang dan berlumpur saat hujan, warga juga mengeluhkan debu tebal yang beterbangan ketika cuaca panas. Kondisi itu dinilai mengganggu kesehatan masyarakat, pelaku UMKM, hingga para pengguna jalan.

“Kami capek dengan kondisi jalan seperti ini. Kalau hujan becek dan berlubang, kalau panas debunya luar biasa,” ujar Andi, salah seorang warga di lokasi aksi.

Keesokan harinya, Jumat (29/5/2026) pagi, Bupati Langkat, Syah Afandin, turun ke lokasi menemui warga untuk merespons keluhan masyarakat. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kondisi jalan yang belum memadai.

Ia menegaskan ruas Jalan Sambirejo telah masuk dalam agenda prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Langkat tahun 2026.

“Kita ketahui bersama hampir 50 persen jalan di Kabupaten Langkat mengalami kerusakan. Jalan Sambirejo ini juga sudah masuk agenda perbaikan tahun ini,” ujar Afandin di hadapan warga.

Menurutnya, proyek perbaikan Jalan Sambirejo menjadi salah satu pembangunan infrastruktur dengan anggaran terbesar di Kabupaten Langkat tahun 2026 dengan nilai mencapai sekitar Rp31 miliar.

“Jalan ini salah satu yang akan mengucurkan dana terbesar sekitar Rp31 miliar. Kita sama-sama berdoa agar proses perbaikannya segera terealisasi,” katanya.

Sebagai langkah cepat mengurangi dampak debu jalan, Bupati Langkat juga langsung menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk meminta dilakukan penyiraman rutin di ruas jalan rusak tersebut.

Selain itu, kendaraan galian C disebut tidak diperbolehkan melintas pada pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB guna menjaga keselamatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

Sementara terkait pembatasan tonase kendaraan, Pemkab Langkat akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara karena kewenangan pengaturan aktivitas galian C berada di tingkat provinsi.

Bupati juga memastikan akan berkoordinasi terkait pembenahan lampu penerangan jalan demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Pertemuan antara warga dan pemerintah berlangsung penuh dialog sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendengar langsung aspirasi masyarakat terkait persoalan infrastruktur. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN