Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Supir Angkot dan Travel di Toba Terancam Kehilangan Pendapatan Akibat Krisis BBM

Mistar.idKamis, 4 Desember 2025 pukul 19.26 WIB
supir_angkot_dan_travel_di_toba_terancam_kehilangan_pendapatan_akibat_krisis_bbm

Antrean kendaraan di SPBU meski bahan bakar belum tiba. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Para pengemudi angkutan kota (angkot) dan travel di Kabupaten Toba mengkhawatirkan krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belum juga membaik. Mereka berharap stok BBM segera pulih, karena jika kondisi ini berlangsung lebih dari seminggu, pendapatan dan kondisi keuangan keluarga bisa kacau balau.

Salah seorang supir angkot di Balige, K. Sibarani, menyampaikan bahwa kurangnya stok BBM mengurangi pendapatannya dan menghambat aktivitas mencari penumpang, terutama di pagi hari untuk mengantar anak sekolah.

“Dalam tiga hari terakhir, saya selalu terlambat dalam antrean di SPBU. Sebelum saya tiba, ratusan kendaraan sudah mengantre, ujungnya tidak kebagian jatah dan terpaksa besok tidak bisa berangkat mencari penumpang,” ujar K. Sibarani, Kamis (4/12/2025).

Terpisah, Monang Sitorus, mandor salah satu travel di Porsea, mengakui bahwa armadanya hampir lumpuh total akibat kelangkaan BBM. Sekitar 80 persen mobil travel tidak berangkat.

“Sopir enggan berangkat meski sudah ada penyewa ke Medan atau Sibolga. Mereka takut tangki mobil tidak cukup sampai tujuan karena belum tentu ada penjual BBM di tengah jalan,” ucap Monang.

Monang berharap kondisi ini segera normal, terutama menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, momen krusial bagi sopir untuk meraup pendapatan lebih dari sewa armada.

“Jika stok BBM tidak stabil, kesempatan mendapatkan banyak sewa di momen tersebut akan hilang. Kami berharap pemerintah dan Pertamina segera memulihkan kondisi pasokan BBM,” katanya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN