Petani Toba Kerap Gagal Panen, DPRD Didesak Segera Atasi Hama Penyakit Padi

Reses DPRD di Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID (29/6/2026) – Saat pelaksanaan reses kedua DPRD Kabupaten Toba di Kecamatan Tampahan, para kepala desa kembali menegaskan usulan yang telah disampaikan pada reses pertama terkait penanggulangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi milik warga.
Kepala Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Holong Simanjuntak, mengatakan pada reses kali ini pihaknya kembali meminta DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) I mengarahkan Dinas Pertanian agar segera menangani hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi milik masyarakat.
"Dinas Pertanian harus dapat mengatasi penyakit yang menyerang tanaman padi warga. Padi yang baru ditanam dan berumur sekitar satu minggu sudah menguning. Kami berharap dinas terkait menurunkan tenaga ahli untuk mengatasinya, bukan sekadar petugas dari dinas, karena kami menilai persoalan ini membutuhkan penanganan yang lebih khusus," ujar Holong, Senin (29/6/2026).
Hal itu disampaikan karena mayoritas petani di Kecamatan Tampahan, khususnya di Desa Lintong Nihuta, kerap mengalami gagal panen akibat penyakit yang terus menyerang tanaman padi.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Roida Silalahi, mengatakan upaya yang akan dilakukan Dinas Pertanian untuk mengatasi serangan hama dan penyakit adalah melalui program pola tanam serentak yang nantinya akan diperkuat dengan peraturan daerah.
"Program tanam serentak diharapkan dapat menjadi salah satu upaya penanggulangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi sehingga dapat mengurangi serangan yang begitu masif. Selain itu, kami juga akan menggelar pertemuan dengan para petani agar setiap keluhan dapat dicari solusinya. Program ini akan mulai dilaksanakan pada Juli 2026," ujar Roida.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Toba, Patar Sabungan Nadapdap, meminta dinas terkait segera mencari penyebab sekaligus solusi atas penyakit yang menyebabkan tanaman padi menguning sejak baru ditanam, bukan hanya mengandalkan program pola tanam serentak.
"Turunlah ke lapangan untuk melihat langsung penyakit yang menyerang tanaman padi warga. Setelah itu, identifikasi jenis penyakitnya dan cari formula yang tepat untuk mengatasinya," ujarnya. (hm27)





















