Omzet Penjualan Bubuk Kopi Sidikalang Turun hingga 60 Persen

Mandala Aritonang, pengusaha bubuk kopi robusta UD IDA Sidikalang saat ditemui di tempat usahanya di Jalan Sudirman, Sidikalang, Kamis (30/7/2026). (Foto: Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID - Omzet penjualan bubuk kopi robusta Sidikalang turun hingga 60 persen sejak awal 2026. Kondisi tersebut dirasakan pelaku usaha di tengah melemahnya daya beli masyarakat.
Pengusaha bubuk kopi robusta UD IDA, Mandala Aritonang, mengatakan penurunan omzet mulai dirasakan sejak Desember 2025 dan terus berlanjut hingga Juli 2026. Sebelumnya, penjualan bubuk kopi mencapai sekitar 700 kilogram per bulan, namun sejak Januari 2026 hanya berkisar 250 kilogram per bulan, termasuk pengiriman ke luar daerah.
"Penjualan kami sebelumnya mencapai 700 kilo bahkan lebih dalam satu bulan. Saat ini jauh turun," ujar Mandala pada Mistar, saat ditemui di tempat usahanya di Jalan Sudirman, Sidikalang, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, penurunan penjualan bukan disebabkan menurunnya cita rasa maupun kualitas kopi robusta Sidikalang. Ia menilai, lesunya daya beli masyarakat menjadi penyebab utama merosotnya omzet.
Mandala menjelaskan, saat ini bubuk kopi robusta dijual seharga Rp140 ribu per kilogram, sedangkan kopi biji (green bean) dibeli dari petani dengan harga Rp72 ribu per kilogram. Dalam setahun, ia biasanya membeli kopi biji sebanyak 15 hingga 20 ton.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkop Dairi, Aswin Bintang, menyebut harga kopi di tingkat pasar saat ini mencapai Rp52.000 per kilogram untuk arabika dan Rp50.000 per kilogram untuk robusta. Namun, harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.
Di sisi lain, produksi kopi di Kabupaten Dairi masih relatif stabil. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Dairi, Dody Tumanggor, menyebut produksi kopi arabika meningkat dari 18.677,57 ton pada 2023 menjadi 18.975,08 ton pada 2024, lalu kembali naik menjadi 19.113,24 ton pada 2025.
Sedangkan produksi kopi robusta tercatat sebanyak 2.521,60 ton pada 2023, meningkat menjadi 2.537,50 ton pada 2024, sebelum sedikit turun menjadi 2.510,78 ton pada 2025. (hm25)



















