Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Meriahta Sitepu Minta Kasus Keracunan MBG di Karo Diusut Tuntas

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 13.42 WIB
meriahta_sitepu_minta_kasus_keracunan_mbg_di_karo_diusut_tuntas

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara, Meriahta Sitepu. (Foto:Dokumen Meriahta/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (19/8/2026) - Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Meriahta Sitepu, menegaskan bahwa peristiwa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo pada pekan lalu tidak cukup hanya dengan permohonan maaf, tetapi harus diusut tuntas secara transparan.

Menurutnya, permintaan maaf pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab moral yang patut diapresiasi. Namun, hal yang jauh lebih penting adalah memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan perawatan medis yang optimal dan tidak mengalami dampak kesehatan jangka panjang.

"Kami tentu menghargai permintaan maaf tersebut. Namun, yang terpenting saat ini adalah memastikan semua siswa mendapatkan penanganan medis terbaik hingga pulih sepenuhnya," ujar Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumut itu kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).

Politisi PDI Perjuangan daerah pemilihan (dapil) Langkat dan Kota Binjai ini juga menegaskan bahwa anggapan insiden tersebut sebagai kehendak Tuhan tidak boleh menggugurkan kewajiban untuk mengungkap penyebab sebenarnya. Ia menilai, persoalan akuntabilitas dan potensi kelalaian harus diselidiki secara menyeluruh.

"Kita tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum penyebabnya diketahui; mari kita tunggu hasil laboratorium. Kendati demikian, seluruh prosedur harus dievaluasi agar kelemahan atau kelalaian apa pun dapat segera diperbaiki," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, 353 siswa menunjukkan gejala keracunan yang diduga terkait dengan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Angka tersebut telah menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keselamatan anak-anak yang mengikuti program tersebut.

Oleh karena itu, ia mendesak dilakukannya evaluasi terhadap setiap tahapan pelaksanaan program MBG di Karo, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, dan penyimpanan makanan hingga tahap distribusi akhir kepada siswa. Evaluasi semacam itu, katanya, sangat penting untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kita tidak boleh membiarkan kejadian seperti ini terulang lagi. Program MBG ini sangat baik karena bertujuan meningkatkan gizi anak; namun, pelaksanaannya harus mematuhi standar keamanan pangan secara ketat," tegasnya.

Ia berharap hasil uji laboratorium akan segera tersedia untuk memperjelas penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Sementara itu, ia mengatakan bahwa Komisi E DPRD Sumut akan terus memantau penanganan siswa yang terdampak serta menuntut evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Karo. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN