Saturday, July 11, 2026
home_banner_first
SUMUT

Kodam I Bukit Barisan Bangun Kembali Jembatan Putus di Nias Utara, Ratusan KK Kembali Punya Harapan

Mistar.idSabtu, 11 Juli 2026 pukul 11.13 WIB
kodam_i_bukit_barisan_bangun_kembali_jembatan_putus_di_nias_utara_ratusan_kk_kembali_punya_harapan

Potret proses pembangunan jembatan penghubung 3 Desa di Kabupaten Nias Utara (foto:Dokumen Kodam/Mistar)

news_banner

Nias, MISTAR.ID (11/7/2026) – Ratusan kepala keluarga (KK) yang tinggal di Desa Mazingo, Kecamatan Alasa Talumuzoi, serta Desa Ombolata Alasa dan Desa Orahili, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, akhirnya mendapatkan semangat baru setelah jembatan penghubung tiga desa di dua kecamatan tersebut kembali dibangun jajaran Kodam I/Bukit Barisan.

Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, mengatakan jembatan gantung sepanjang 50 meter yang membentang di atas sungai dengan lebar permukaan 22 meter itu sempat terputus akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.

Sandy menyebut, pasca putusnya jembatan tersebut, jalur transportasi, aktivitas perekonomian, hingga akses anak-anak menuju sekolah di wilayah itu terganggu karena jembatan belum kunjung diperbaiki.

Karena itu, kata Sandy, Kodam I/Bukit Barisan melalui personel Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD, dan Koramil 07/Alasa melakukan pembangunan jembatan tersebut dengan memasukkannya ke dalam Program Bakti TNI Angkatan Darat.

Alhasil, jembatan yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat itu mulai dibangun pada Kamis (7/7/2026). Saat ini, prajurit di lapangan tengah melakukan penggalian fondasi abutment tiang pylon sisi dekat serta penggalian angkur belakang. Progres pembangunan telah mencapai 2,2 persen.

“Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Bakti TNI yang mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, sejalan dengan kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memperkuat konektivitas wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kolonel Inf Sandy, Sabtu (11/7/2026).

Perwira menengah TNI AD itu berharap kehadiran jembatan tersebut nantinya dapat memulihkan konektivitas antarwilayah, sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang sempat terganggu akibat putusnya akses di tiga desa tersebut.

Sandy menambahkan, pembangunan jembatan gantung itu merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga membuka kembali akses yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN