Hossam Hassan Trending di Piala Dunia 2026! Simak Profil dan Kontroversinya

Hossam Hassan yang Trending di Piala Dunia 2026. (foto:X@King_Fut/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (11/7/2026) — Nama Hossam Hassan kembali menjadi perbincangan hangat di panggung sepak bola internasional. Pelatih Timnas Mesir itu mendadak trending setelah melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit usai kekalahan dramatis The Pharaohs dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Pernyataannya memicu gelombang perdebatan di berbagai media dunia. Namun, di balik kontroversi tersebut, Hossam Hassan sejatinya bukan sosok sembarangan. Ia merupakan salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Afrika dan Mesir.
Siapa Hossam Hassan?
Hossam Hassan Hassanein Hassan lahir di Helwan, Kairo, pada 10 Agustus 1966. Saat masih aktif bermain, ia dikenal sebagai penyerang haus gol yang menjadi ikon generasi emas sepak bola Mesir.
Selama lebih dari dua dekade berkarier di level tertinggi, Hassan membangun reputasi sebagai striker dengan insting mencetak gol yang tajam, agresif dalam duel, dan memiliki kemampuan penyelesaian akhir yang sangat efektif di kotak penalti.
Kini, ia menjabat sebagai pelatih Timnas Mesir, sementara saudara kembarnya, Ibrahim Hassan, menjadi bagian dari staf kepelatihan The Pharaohs.
Rekam Jejak Sang Legenda Mesir
Nama Hossam Hassan memiliki tempat khusus dalam sejarah sepak bola Mesir.
Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Mesir dengan koleksi 69 gol dari 177 penampilan internasional. Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain dengan jumlah caps terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional.
Karier internasionalnya juga dihiasi berbagai pencapaian prestisius. Ia tampil pada Piala Dunia 1990 dan mengikuti tujuh edisi Piala Afrika, sebuah bukti konsistensi yang jarang dimiliki pemain mana pun.
Di level klub, Hassan menikmati kesuksesan besar bersama Al Ahly dan Zamalek, dua raksasa sepak bola Mesir yang memiliki rivalitas paling panas di Afrika. Selain itu, ia juga sempat merasakan pengalaman bermain di luar negeri bersama PAOK di Yunani, Neuchâtel Xamax di Swiss, serta Al Ain di Uni Emirat Arab.
Dari Mesin Gol Menjadi Arsitek Tim Nasional
Usai gantung sepatu, Hossam Hassan langsung melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih.
Sejumlah klub besar Mesir pernah berada di bawah arahannya, termasuk Zamalek, Al Masry, Ismaily, Smouha, Al Ittihad Alexandria, hingga Pyramids FC. Ia juga pernah menangani Timnas Yordania sebelum akhirnya dipercaya memimpin Timnas Mesir pada Februari 2024.
Di bawah kepemimpinannya, Mesir menunjukkan perkembangan signifikan. The Pharaohs kembali tampil kompetitif di level internasional dan berhasil mengakhiri penantian panjang untuk kembali tampil di Piala Dunia.
Perjalanan impresif Mesir di Piala Dunia 2026 bahkan membuat federasi sepak bola Mesir memberikan perpanjangan kontrak kepada Hassan hingga tahun 2030.
Mengapa Hossam Hassan Trending?
Popularitas Hossam Hassan saat ini tidak lepas dari pertandingan kontroversial antara Mesir dan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Dalam laga tersebut, Mesir sempat unggul dua gol sebelum Argentina melakukan comeback luar biasa dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2.
Seusai pertandingan, Hassan secara terbuka mempertanyakan sejumlah keputusan wasit yang menurutnya sangat merugikan timnya.
Beberapa keputusan yang menjadi sorotan antara lain gol Mesir yang dianulir setelah pemeriksaan VAR, klaim penalti yang tidak diberikan, hingga sejumlah keputusan krusial lain yang dinilai memengaruhi hasil akhir pertandingan.
Pelatih berusia 59 tahun itu bahkan menyebut timnya mengalami ketidakadilan dan mengaku kecewa dengan kepemimpinan pertandingan tersebut.
Gestur “X” yang Menjadi Viral
Selain kritik pedas terhadap wasit, Hossam Hassan juga menjadi pusat perhatian karena aksinya di pinggir lapangan.
Dalam momen yang terekam kamera televisi, ia membuat gestur berbentuk huruf “X” sebagai bentuk protes terhadap sejumlah keputusan pertandingan.
Aksi tersebut langsung viral di media sosial dan menjadi salah satu momen paling banyak diperbincangkan setelah laga berakhir. Wasit kemudian memberikan kartu kuning kepada Hassan akibat protes yang dianggap berlebihan.
Meski tidak memiliki makna resmi dalam regulasi FIFA, gestur tersebut ditafsirkan banyak pihak sebagai simbol ketidaksetujuan terhadap keputusan perangkat pertandingan.
Apa Kata Pelatih Swiss?
Nama Hossam Hassan juga sempat dikaitkan dengan persiapan Swiss menjelang laga menghadapi Argentina.
Namun hingga saat ini, tidak terdapat pernyataan resmi dari pelatih Swiss yang secara spesifik mengomentari sosok Hossam Hassan maupun kritik yang ia lontarkan setelah laga Mesir kontra Argentina.
Yang berkembang luas justru perdebatan mengenai tudingan Hassan terhadap penggunaan VAR, kualitas kepemimpinan wasit, dan dugaan keputusan-keputusan yang dinilai menguntungkan Argentina.
Sorotan Unggulan: Sosok yang Tak Pernah Kehilangan Karisma
Salah satu alasan mengapa Hossam Hassan tetap relevan hingga saat ini adalah karakter kepemimpinannya yang kuat.
Baik saat masih menjadi pemain maupun kini sebagai pelatih, ia dikenal sebagai figur yang berani menyuarakan pendapat dan tidak ragu membela timnya di hadapan publik.
Mentalitas kompetitif tersebut menjadi salah satu identitas yang terus melekat pada dirinya selama puluhan tahun.
Fakta Menarik tentang Hossam Hassan
Hossam Hassan merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Mesir dengan 69 gol internasional.
Ia mengoleksi 177 caps bersama The Pharaohs dan menjadi salah satu pemain dengan jumlah penampilan internasional terbanyak dalam sejarah sepak bola.
Hassan pernah merumput di Liga Swiss bersama Neuchâtel Xamax, sebuah fakta yang membuat namanya cukup dikenal di Eropa pada era 1990-an.
Ia juga memiliki saudara kembar identik, Ibrahim Hassan, yang hingga kini tetap menjadi partner terdekatnya dalam dunia sepak bola.
Menariknya, Hassan termasuk sedikit figur yang pernah tampil sebagai pemain Piala Dunia dan kemudian kembali ke turnamen yang sama sebagai pelatih tim nasional.
Simbol Kebangkitan Sepak Bola Mesir
Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, Hossam Hassan saat ini menjadi simbol kebangkitan sepak bola Mesir.
Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa The Pharaohs mampu bersaing dengan negara-negara elite dunia. Mereka tampil lebih agresif, lebih berani dalam menyerang, dan memiliki identitas permainan yang jauh lebih jelas dibanding beberapa edisi sebelumnya.
Kontroversi pascalaga melawan Argentina memang membuat namanya menjadi trending. Namun jika melihat gambaran yang lebih besar, sorotan terhadap Hossam Hassan sejatinya merupakan refleksi dari meningkatnya daya saing Mesir di panggung sepak bola dunia.
Bagi publik Mesir, Hassan bukan sekadar pelatih. Ia adalah legenda hidup yang kini tengah berupaya membawa The Pharaohs kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Afrika sekaligus penantang serius di level global.
(berbagaisumber/hm27)
BERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER



















