Saturday, July 11, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Thibaut Courtois Menangis Usai Belgia Tersingkir, Cedera Jadi Titik Balik Laga Kontra Spanyol

Mistar.idSabtu, 11 Juli 2026 pukul 09.17 WIB
thibaut_courtois_menangis_usai_belgia_tersingkir_cedera_jadi_titik_balik_laga_kontra_spanyol

Ilustrasi, Thibaut Courtois Menangis Usai Belgia Tersingkir, Cedera Jadi Titik Balik Laga Kontra Spanyol. (foto:transfermarket/ig@fabriziorom/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID, Jumat (10/7/2026) – Tangis Thibaut Courtois mewarnai berakhirnya langkah Belgia di perempat final Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Spanyol. Kiper utama The Red Devils itu harus meninggalkan lapangan akibat cedera pada babak kedua, sebelum Belgia kebobolan gol penentu yang memastikan tiket semifinal menjadi milik La Roja.

Courtois mengalami masalah pada otot quadriceps atau paha bagian depan saat pertandingan memasuki fase krusial. Tim medis Belgia akhirnya memutuskan menarik keluar penjaga gawang berusia 34 tahun tersebut demi menghindari risiko cedera yang lebih serius.

Beberapa saat setelah pergantian dilakukan, Spanyol memanfaatkan momentum. Mikel Merino mencetak gol yang memastikan kemenangan sekaligus mengakhiri perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026.

Usai pertandingan, Courtois tampak tak mampu menyembunyikan emosinya. Air mata mengiringi langkahnya meninggalkan lapangan setelah harapan membawa Belgia melangkah lebih jauh pupus di fase gugur.

Cedera Mengubah Jalannya Pertandingan

Courtois menjadi salah satu pemain yang paling sibuk sepanjang laga. Sejumlah penyelamatan penting berhasil dilakukannya untuk menjaga peluang Belgia tetap terbuka sebelum cedera memaksanya mengakhiri pertandingan lebih cepat.

Sebelum ditarik keluar, ia sempat mendapat perawatan di lapangan dan berusaha melanjutkan permainan. Namun rasa nyeri yang terus dirasakan membuat tim medis mengambil keputusan menggantinya dengan Senne Lammens.

Seusai laga, Courtois mengungkapkan dirinya sebenarnya masih ingin bertahan hingga pertandingan selesai. Namun ia memilih menghormati keputusan tim medis yang mengutamakan kondisi fisiknya.

Tak lama berselang setelah pergantian tersebut, Spanyol mencetak gol kemenangan melalui Mikel Merino. Gol itu lahir dari situasi yang gagal diantisipasi secara sempurna oleh lini belakang Belgia bersama kiper pengganti.

Meski demikian, Courtois tidak menyalahkan Lammens atas hasil yang diterima Belgia. Ia justru meminta publik agar tidak menjadikan rekan setimnya sebagai kambing hitam atas tersingkirnya tim.

Sosok Penting di Bawah Mistar Belgia

Nama Thibaut Courtois telah lama menjadi bagian penting dalam perjalanan tim nasional Belgia. Lahir di Bree pada 11 Mei 1992, ia membangun karier sejak memperkuat Genk sebelum berkembang bersama Atletico Madrid, Chelsea, hingga Real Madrid.

Dengan postur hampir dua meter, Courtois dikenal sebagai penjaga gawang yang memiliki refleks cepat, penguasaan area penalti yang kuat, serta kemampuan membaca arah tembakan lawan.

Selama lebih dari satu dekade, ia menjadi salah satu pilar Generasi Emas Belgia. Courtois juga telah mencatatkan lebih dari 100 penampilan bersama tim nasional dalam berbagai ajang internasional.

Di level klub maupun individu, prestasinya terbilang lengkap. Ia pernah meraih gelar LaLiga, Liga Champions, serta Golden Glove Piala Dunia 2018 yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia.

Air Mata yang Sarat Makna

Cedera yang datang pada fase gugur memberi pukulan besar bagi Courtois. Pada usia 34 tahun, kesempatan tampil kembali di Piala Dunia tentu tidak lagi sama dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Situasi itu membuat kegagalan Belgia terasa semakin berat. Sebagai pemain paling senior di lini belakang, Courtois harus menyaksikan rekan-rekannya berjuang dari pinggir lapangan tanpa bisa memberi kontribusi langsung.

Gol yang dicetak Spanyol beberapa saat setelah dirinya keluar semakin menambah beban emosional. Bagi sosok yang selama bertahun-tahun menjadi benteng terakhir Belgia, menyaksikan tim tersingkir dari luar lapangan menjadi pengalaman yang sulit diterima.

Kehilangan Lebih dari Sekadar Penjaga Gawang

Absennya Courtois tidak hanya mengurangi kualitas Belgia dalam menghalau peluang lawan. Pengalaman dan kemampuannya mengatur organisasi pertahanan selama ini menjadi salah satu fondasi permainan tim.

Peran tersebut membuat kehadirannya memiliki pengaruh besar terhadap komunikasi antarpemain belakang maupun kestabilan pertahanan ketika menghadapi tekanan.

Pergantian kiper pada fase akhir pertandingan mengubah dinamika permainan Belgia. Spanyol mampu meningkatkan tekanan hingga akhirnya menemukan gol yang membawa mereka melangkah ke semifinal, sementara perjalanan Belgia harus berakhir di perempat final Piala Dunia 2026.

(berbagaisumber/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN