Singapura Jadi Kota Termahal Tiga Tahun Berturut-turut

Singapura. (Foto: Info Bank News)
Singapura, MISTAR.ID - Singapura kembali dinobatkan sebagai kota termahal di dunia untuk menjalani gaya hidup mewah berdasarkan Julius Baer Global Wealth and Lifestyle Report 2026 yang dirilis pada Selasa (7/7/2026).
"Edisi 2026 Julius Baer Global Wealth and Lifestyle Report menggambarkan dunia yang tidak sekadar berubah, tetapi juga sedang menyesuaikan ulang nilai harga secara langsung. Hasil tahun ini menunjukkan percepatan tajam pada salah satu faktor paling kuat, tapi sering kurang diperhatikan, dalam membentuk kekayaan global yaitu mata uang,” kata laporan tersebut, dilansir dari Julius Baer Global Wealth and Lifestyle Report 2026, Sabtu (11/7/2026).
Dalam laporannya, Julius Baer membandingkan biaya 20 jenis barang dan jasa premium di 25 kota dunia. Penilaian tersebut digunakan untuk menggambarkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan individu beraset tinggi atau high-net-worth individuals (HNWIs) guna mempertahankan gaya hidup premium.
Hasilnya, Singapura kembali menempati posisi pertama dan mempertahankan predikat tersebut selama empat tahun berturut-turut. Tingginya harga properti residensial serta kendaraan menjadi faktor utama yang membuat negara kota itu tetap berada di puncak daftar.
"Meski perubahan harga lokal relatif terbatas, penguatan mata uang Singapura membuat biaya di kota tersebut tetap naik sejalan dengan rata-rata global ketika dihitung dalam dollar Amerika Serikat (AS)," tulis laporan tersebut.
Stabilitas politik, ekonomi yang tangguh, dan konektivitas global dinilai membuat Singapura tetap menarik di tengah ketidakpastian global.
"Meski harga di Singapura tergolong tinggi, bagi warga Singapura kondisi tersebut sebagian besar masih berjalan seperti biasa. Namun, bagi pengunjung atau orang yang menggunakan mata uang acuan lain, biaya yang terasa mahal bisa meningkat dengan sangat cepat," tulis laporan itu.
Zurich, Swiss, naik tiga peringkat dan menempati peringkat kedua pada tahun 2026. "Kenaikan ini lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan franc Swiss terhadap dollar AS, bukan kenaikan harga lokal," ujarnya.
Laporan tersebut juga menegaskan tidak ada satu kategori pun di Zurich yang naik lebih dari delapan persen dalam franc Swiss, tapi posisi kota ini tetap terdorong karena mata uang Swiss yang menguat.
Sementara itu, Monako juga berada di peringkat ketiga dan untuk pertama kalinya masuk tiga besar. (Kompas/ Global Wealth)






















