Tuesday, August 25, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

PD PHJ Bongkar Alasan Pasar Balairung Rajawali Senilai Rp4 Miliar Telantar

Mistar.idSabtu, 11 Juli 2026 pukul 05.30 WIB
pd_phj_bongkar_alasan_pasar_balairung_rajawali_senilai_rp4_miliar_telantar

Pasar Rakyat Balairung Rajawali di Kecamatan Siantar Utara. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Menanggapi sorotan tajam terkait mangkraknya Pasar Rakyat Balairung Rajawali di Kecamatan Siantar Utara, Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Kota Pematangsiantar akhirnya buka suara.

Pasar megah yang menelan anggaran Kementerian Perdagangan pada 2018 sebesar Rp4 miliar itu hingga kini memang masih sepi peminat, meski berbagai upaya relokasi telah berulang kali dicoba.

Direktur Utama PD PHJ, Bolmen Silalahi, mengungkapkan sejatinya pemerintah tidak tinggal diam pasca-peresmian gedung pada Februari 2020 lalu. Pihaknya bahkan sudah dua kali berupaya menghidupkan pasar dengan memindahkan para pedagang kaki lima (PKL) yang kerap memadati Jalan Patuan Nagari dan area sekitarnya.

Namun, formula tersebut selalu mentok pada masalah klasik, yakni sepinya pembeli.

"Hasilnya mengecewakan. Pedagang tidak betah karena dagangan mereka kurang laku di dalam Balairung. Akhirnya, satu per satu dari mereka memilih keluar dan kembali ke jalan. Setahu saya, pola penertiban dan pemindahan ini sudah dua kali kita lakukan, tapi ujung-ujungnya zonk," ujar Bolmen kepada Mistar, Jumat (10/7/2026).

Tak habis akal, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, PD PHJ bahkan memasang spanduk pengumuman besar-besaran. Isinya mengajak masyarakat yang berminat berdagang untuk mendaftarkan diri secara gratis tanpa dipungut biaya sewa selama masa uji coba. Sayangnya, karpet merah yang digelar ini tetap sepi peminat.

Langkah darurat pun sempat diambil saat musibah kebakaran melanda Gedung IV beberapa waktu lalu. Sebanyak 49 pedagang korban kebakaran (pedagang rojer) sempat ditampung di Balairung Rajawali.

"Waktu itu mereka sebenarnya antusias, bahkan menggunakan modal sendiri untuk menyekat kios masing-masing. Tapi, kekuatan mereka cuma bertahan satu bulan. Alasannya sama lagi, tidak ada omzet karena pembeli enggan masuk," ucap Bolmen.

Demi memanjakan pedagang dan mempermudah akses pengunjung, manajemen PD PHJ bahkan membongkar fasilitas lapak meja batu di dalam pasar, serta menjebol dua pintu masuk baru yang menghadap langsung ke Jalan Patuan Anggi.

Sayangnya, upaya renovasi ini belum juga membuahkan hasil. Bahkan, tawaran serupa yang disodorkan kepada korban kebakaran Pasar Dwikora dua minggu lalu langsung ditolak mentah-mentah oleh para pedagang.

Saat dianalisis lebih dalam, Bolmen tak menampik ada faktor eksternal yang membuat Balairung Rajawali kalah pamor. Salah satunya adalah pembiaran aktivitas jual beli di sepanjang trotoar dan bahu Jalan Patuan Nagari. Selama pusat perbelanjaan liar di jalanan masih ada, pembeli dipastikan malas melangkahkan kaki ke dalam gedung pasar resmi.

"Kendala utamanya ya karena pedagang di sepanjang Jalan Patuan Nagari dan sekitarnya masih bebas berjualan. Otomatis pengunjung memilih belanja di luar yang lebih praktis daripada harus masuk ke dalam," bebernya.

Selain masalah persaingan dengan PKL di jalanan, tata letak gedung juga menjadi rapor merah tersendiri. Akses keluar-masuk serta kantong parkir kendaraan di Balairung Rajawali tergolong sangat sempit.

"Posisi pasar ini persis di sebelah lampu merah (traffic light). Bagi pengunjung yang membawa kendaraan, posisi ini sangat tidak nyaman dan bikin ribet untuk sekadar parkir. Ini yang terus kita kaji solusinya ke depan," tutur Bolmen. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN