Friday, July 10, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Trotoar Pematangsiantar Beralih Jadi Lapak Dagangan, Satpol PP Sebut Sudah Beri Imbauan

Mistar.idJumat, 10 Juli 2026 pukul 20.36 WIB
trotoar_pematangsiantar_beralih_jadi_lapak_dagangan_satpol_pp_sebut_sudah_beri_imbauan

Pedagang berjualan di atas trotoar jalan di kawasan Lapangan Merdeka Kota Pematangsiantar. (foto:hamzah/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (10/7/2026) — Trotoar di sejumlah titik di Pematangsiantar mulai kehilangan fungsinya. Selama dua bulan terakhir, ruang yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki berubah menjadi lapak dagangan.

Fenomena tersebut dapat ditemui di kawasan Lapangan H Adam Malik, Lapangan Merdeka, hingga sejumlah ruas trotoar lainnya. Mulai dari gerobak, meja, kursi, hingga tenda memenuhi jalur pedestrian dan menyisakan ruang yang sempit.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pematangsiantar, Hasudungan Hutajulu, menyampaikan pihaknya sudah mengimbau agar masyarakat tidak memanfaatkan fasilitas umum sebagai lokasi berjualan.

"Imbauan sudah kita sampaikan dan petugas juga sudah patroli," kata Hasudungan Hutajulu.

Sementara itu, lanjutnya, pihaknya saat ini sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum). Saat ini, aturan tersebut masih dalam tahap penyesuaian dengan ketentuan hukum terbaru.

"Perda 9 Tahun 1992 tidak mengatur sanksi administratif, hanya sanksi pidana. KUHP yang baru mengatur bahwa Perda tidak boleh memuat sanksi kurungan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan. Kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat pedagang memanfaatkan trotoar sebagai lapak berjualan.

Seperti Dimas, salah satu warga kota, mengakui aktivitas berjalan kaki di pusat Kota Pematangsiantar tidak lagi nyaman karena fasilitas umum digunakan untuk lapak berjualan.

"Trotoar kan buat pejalan kaki, tapi ya sudahlah. Suka pedagang ini mau ngapain. Harusnya untuk pejalan kaki," ujar Dimas.

Maraknya aktivitas perdagangan di atas trotoar memunculkan pertanyaan. Hingga kini, belum terlihat langkah penataan yang dilakukan oleh pemerintah setempat. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN