Saturday, July 11, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Spanyol ke Semifinal Piala Dunia 2026! Mikel Merino Jadi Pahlawan, Belgia Tersungkur di Menit-Menit Akhir

Mistar.idSabtu, 11 Juli 2026 pukul 04.11 WIB
spanyol_ke_semifinal_piala_dunia_2026_mikel_merino_jadi_pahlawan_belgia_tersungkur_di_menitmenit_akhir

Gol Mikel Merino di Menit-Menit Akhir Pertandingan mengantarkan Spanyol ke Semifinal Piala Dunia 2026. (foto:getty image fwc/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Timnas Spanyol memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor 2-1 dalam laga perempat final yang berlangsung dramatis di Stadion Los Angeles, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Mikel Merino kembali muncul sebagai pembeda. Gelandang yang sebelumnya menjadi penentu kemenangan atas Portugal di babak 16 besar itu sekali lagi menunjukkan insting emasnya dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-88.

Kemenangan ini membuat La Roja semakin dekat dengan impian meraih gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka. Di semifinal, pasukan Luis de la Fuente sudah ditunggu Prancis yang lebih dulu mengamankan tiket usai menyingkirkan Maroko.

Spanyol Mendominasi, Belgia Bertahan dan Menunggu Kesempatan

Sejak peluit pertama dibunyikan, Spanyol langsung mengambil alih kendali permainan. Filosofi penguasaan bola yang menjadi identitas mereka kembali terlihat jelas saat Rodri dan Fabian Ruiz mendikte tempo dari lini tengah.

Di sisi lain, Belgia memilih pendekatan berbeda. Tim asuhan Rudi Garcia lebih banyak menunggu di area sendiri sebelum melancarkan serangan balik cepat melalui Jeremy Doku dan Kevin De Bruyne.

Duel menarik langsung tersaji di sektor sayap. Lamine Yamal yang menjadi motor serangan Spanyol beberapa kali berhadapan satu lawan satu dengan Doku. Pertarungan dua pemain eksplosif itu menjadi salah satu tontonan paling menarik sepanjang pertandingan.

Meski mendominasi penguasaan bola, Spanyol sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat Belgia. Namun tekanan yang terus menerus akhirnya membuahkan hasil memasuki setengah jam pertandingan.

Fabian Ruiz Pecahkan Kebuntuan

Gol pembuka Spanyol lahir pada menit ke-30 melalui Fabian Ruiz.

Prosesnya berawal dari kombinasi apik Lamine Yamal dan Pedro Porro di sisi kanan. Porro berhasil melepaskan umpan silang mendatar ke dalam kotak penalti yang disambut Dani Olmo. Meski tembakan Olmo masih mampu ditepis Thibaut Courtois, bola liar langsung disambar Ruiz dari jarak dekat.

Gol tersebut menjadi buah dari dominasi Spanyol sepanjang babak pertama. La Roja terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya melalui Yamal, Rodri, hingga Alex Baena.

Di sisi lain, Belgia lebih banyak bertahan dan mengandalkan momen transisi cepat untuk mencari celah di pertahanan lawan.

De Ketelaere Akhiri Rekor Sempurna Spanyol

Ketika Spanyol tampak akan menutup babak pertama dengan keunggulan, Belgia justru berhasil memberikan pukulan telak.

Pada menit ke-41, Timothy Castagne mengirim umpan silang akurat dari sisi kanan. Charles De Ketelaere bergerak lebih cepat daripada Pau Cubarsi sebelum menyundul bola ke pojok gawang yang tak mampu dijangkau Unai Simon.

Gol tersebut tidak hanya menyamakan kedudukan menjadi 1-1, tetapi juga mengakhiri rekor pertahanan sempurna Spanyol di Piala Dunia 2026.

Sebelum laga ini, La Roja belum sekalipun kebobolan sepanjang turnamen.

Gol De Ketelaere membuat pertandingan kembali terbuka. Belgia yang sebelumnya lebih banyak tertekan mulai menemukan momentum, sementara Spanyol harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan keunggulan.

Babak Kedua Berjalan Semakin Intens

Usai turun minum, tempo pertandingan meningkat drastis.

Spanyol terus mengurung pertahanan Belgia. Lamine Yamal menjadi sosok paling aktif di lini depan. Wonderkid Barcelona berusia 18 tahun itu berulang kali mengancam melalui aksi individu, tembakan jarak jauh, maupun umpan-umpan berbahaya ke kotak penalti.

Namun, Belgia juga bukan tanpa ancaman.

Jeremy Doku beberapa kali merepotkan lini belakang Spanyol lewat kecepatan dan kemampuan dribelnya. Kevin De Bruyne juga tetap menjadi pusat kreativitas permainan Red Devils.

Kedua tim silih berganti menciptakan peluang. Courtois dan Unai Simon sama-sama dipaksa melakukan penyelamatan penting untuk menjaga peluang timnya tetap hidup.

Ketegangan semakin meningkat ketika Courtois mengalami cedera paha pada menit ke-71. Kiper utama Belgia itu akhirnya tidak mampu melanjutkan pertandingan dan harus digantikan Senne Lammens.

Pergantian tersebut menjadi salah satu momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan.

Sentuhan Emas Mikel Merino Kembali Menentukan

Saat laga memasuki menit-menit akhir dan bayang-bayang perpanjangan waktu mulai terasa, Luis de la Fuente mengambil keputusan penting.

Mikel Merino dimasukkan pada menit ke-86 menggantikan Dani Olmo.

Hanya dua menit berselang, keputusan itu langsung membuahkan hasil.

Spanyol membangun serangan dari belakang melalui Pedri dan Pau Cubarsi. Tembakan rendah Cubarsi sebenarnya tidak terlalu berbahaya, namun Senne Lammens gagal menangkap bola dengan sempurna.

Bola muntah bergulir tepat ke arah Merino yang berdiri bebas di depan gawang.

Tanpa ampun, gelandang Arsenal tersebut menyelesaikan peluang itu menjadi gol dan membawa Spanyol unggul 2-1 pada menit ke-88.

Stadion Los Angeles langsung bergemuruh.

Merino sekali lagi membuktikan dirinya sebagai supersub paling berbahaya yang dimiliki Spanyol sepanjang turnamen ini.

Laporte Selamatkan Spanyol dari Bencana

Belgia tidak menyerah begitu saja.

Memasuki masa injury time, Red Devils melancarkan tekanan habis-habisan demi mencari gol penyeimbang. Peluang terbaik mereka hadir pada menit ke-92.

Alexis Saelemaekers berhasil melewati Unai Simon dan mengirim bola ke depan gawang yang sudah kosong. Romelu Lukaku berdiri bebas dan hanya membutuhkan satu sentuhan untuk mencetak gol.

Namun Aymeric Laporte muncul bak penyelamat.

Bek tengah Spanyol itu melakukan sapuan akrobatik tepat di depan Lukaku untuk menggagalkan peluang emas Belgia. Momen tersebut menjadi salah satu penyelamatan paling menentukan di turnamen ini.

Tak lama kemudian, peluit panjang berbunyi dan memastikan kemenangan Spanyol.

Lamine Yamal Kembali Tunjukkan Kelasnya

Meski tidak mencetak gol maupun assist, Lamine Yamal layak mendapat sorotan khusus.

Pemain muda yang baru berusia 18 tahun itu menjadi sumber kreativitas utama Spanyol sepanjang pertandingan. Ia terus memecah konsentrasi pertahanan Belgia melalui kecepatan, visi bermain, serta kemampuan menggiring bola yang sulit dihentikan.

Pergerakannya berkontribusi besar dalam terciptanya gol pembuka dan membuka banyak ruang bagi rekan-rekannya.

Penampilan tersebut semakin mempertegas status Yamal sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di Piala Dunia 2026.

Duel Raksasa Eropa Menanti di Semifinal

Keberhasilan menyingkirkan Belgia membawa Spanyol menuju tantangan yang jauh lebih besar.

Di semifinal, La Roja akan menghadapi Prancis dalam duel yang diprediksi menjadi final sebelum final. Kedua tim tampil konsisten sepanjang turnamen dan sama-sama dihuni pemain kelas dunia di setiap lini.

Dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi, kedalaman skuad yang mumpuni, serta hadirnya sosok supersub seperti Mikel Merino, Spanyol memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa mereka mampu melangkah lebih jauh.

Satu langkah lagi menuju partai puncak.

Dan jika performa seperti saat menghadapi Belgia terus dipertahankan, mimpi mengangkat trofi Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar angan bagi La Roja.

(fotmob/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN