Saturday, July 11, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Spanyol vs Belgia 1-1 di Babak Pertama! De Ketelaere Akhiri Rekor Sempurna La Roja di Piala Dunia 2026

Mistar.idSabtu, 11 Juli 2026 pukul 03.06 WIB
spanyol_vs_belgia_11_di_babak_pertama_de_ketelaere_akhiri_rekor_sempurna_la_roja_di_piala_dunia_2026

Sundulan De Ketelaere yang mengakhiri rekor sempurna La Roja di Piala Dunia 2026. (foto:getty image fwc/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Pertarungan sengit tersaji dalam laga perempat final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Belgia. Duel dua raksasa Eropa di Stadion Los Angeles, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB, berakhir imbang 1-1 hingga jeda pertandingan.

Spanyol yang datang dengan status sebagai salah satu favorit juara sempat berada di jalur yang tepat untuk mengamankan keunggulan melalui gol Fabian Ruiz. Namun, Belgia menunjukkan mentalitas dan kualitas mereka dengan membalas lewat sundulan Charles De Ketelaere menjelang akhir babak pertama.

Hasil sementara ini membuat peluang kedua tim untuk merebut tiket semifinal tetap terbuka lebar dalam laga yang berlangsung dengan tempo tinggi dan kualitas permainan kelas dunia.

Duel Yamal vs Doku Langsung Memanaskan Pertandingan

Sejak menit pertama, pertandingan sudah menghadirkan salah satu duel paling menarik di Piala Dunia 2026. Lamine Yamal dan Jeremy Doku silih berganti menunjukkan kemampuan terbaik mereka di sektor sayap.

Yamal menjadi motor kreativitas Spanyol dengan pergerakan eksplosif serta kemampuan menggiring bola yang sulit dihentikan. Di sisi lain, Doku beberapa kali memperlihatkan kecepatannya dalam serangan balik Belgia yang membuat lini pertahanan La Roja tidak pernah benar-benar nyaman.

Meski Spanyol lebih dominan dalam penguasaan bola, Belgia mampu memberikan ancaman melalui transisi cepat yang dipimpin Kevin De Bruyne dan Leandro Trossard.

Dominasi La Roja terlihat jelas sepanjang paruh pertama pertandingan. Rodri dan Fabian Ruiz berhasil mengontrol ritme permainan, sementara Dani Olmo dan Alex Baena aktif mencari celah di pertahanan Belgia.

Fabian Ruiz Pecah Kebuntuan Lewat Serangan Rapi

Tekanan yang terus dibangun Spanyol akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-30.

Gol berawal dari kombinasi apik antara Pedro Porro dan Lamine Yamal di sisi kanan. Porro berhasil menemukan ruang untuk mengirim umpan silang berbahaya ke dalam kotak penalti.

Dani Olmo menjadi pemain pertama yang menyambut bola tersebut. Meski tembakannya mampu ditepis Thibaut Courtois, bola muntah jatuh tepat ke arah Fabian Ruiz yang berdiri bebas di depan gawang.

Tanpa kesulitan berarti, gelandang PSG itu menyambar bola untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Gol tersebut menjadi bukti pentingnya peran Ruiz dalam sistem permainan Luis de la Fuente. Selain aktif membantu distribusi bola dari lini tengah, ia juga beberapa kali muncul sebagai ancaman dari lini kedua.

Sepanjang babak pertama, Ruiz menjadi salah satu pemain paling berpengaruh bagi La Roja.

Courtois Sibuk Selamatkan Belgia

Sebelum dan sesudah gol Ruiz, Belgia sebenarnya berkali-kali berada dalam tekanan.

Lamine Yamal hampir menggandakan keunggulan Spanyol melalui tendangan bebas melengkung yang memaksa Courtois melakukan penyelamatan gemilang. Kiper Real Madrid itu juga tampil sigap dalam mengantisipasi sejumlah bola silang yang mengarah ke area berbahaya.

Tanpa kontribusi Courtois, Belgia bisa saja memasuki ruang ganti dengan ketertinggalan lebih dari satu gol.

Meski terus ditekan, pasukan Rudi Garcia tetap menunjukkan kesabaran dan disiplin dalam bertahan sambil menunggu peluang melakukan serangan balik.

De Ketelaere Hancurkan Rekor Nirbobol Spanyol

Saat Spanyol terlihat mulai nyaman mengendalikan pertandingan, Belgia justru berhasil mencuri momentum.

Pada menit ke-41, serangan yang dibangun dari sisi kanan menghasilkan gol penyeimbang yang sangat penting bagi Setan Merah.

Trossard membuka ruang serangan sebelum Kevin De Bruyne menjaga aliran bola tetap hidup di area sepertiga akhir lapangan. Timothy Castagne kemudian mengirim umpan silang akurat ke dalam kotak penalti.

Charles De Ketelaere yang bergerak di antara para bek Spanyol berhasil memenangkan duel udara melawan Pau Cubarsi. Sundulan keras pemain yang tengah menikmati performa terbaiknya itu meluncur ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau Unai Simon.

Gol tersebut langsung mengubah atmosfer pertandingan.

Lebih dari sekadar menyamakan kedudukan, gol De Ketelaere juga mengakhiri rekor sempurna pertahanan Spanyol yang belum kebobolan sepanjang Piala Dunia 2026.

Bagi Belgia, gol itu menjadi bukti bahwa mereka tetap mampu mengancam meski tidak mendominasi penguasaan bola.

Belgia Kembali Hidup, Spanyol Kehilangan Momentum

Setelah gol penyeimbang tersebut, kepercayaan diri Belgia meningkat drastis.

De Bruyne mulai lebih sering terlibat dalam pembangunan serangan, sementara Doku dan Trossard tampil lebih berani mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan Spanyol.

Sebaliknya, Spanyol yang sebelumnya mengendalikan pertandingan mulai kehilangan momentum. Meski masih mampu menciptakan peluang melalui Fabian Ruiz dan Pedro Porro, efektivitas serangan mereka tidak lagi setajam sebelum Belgia mencetak gol.

Situasi ini membuat lima menit tambahan waktu di akhir babak pertama berlangsung sangat menegangkan.

Namun hingga wasit meniup peluit turun minum, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Babak Kedua Diprediksi Semakin Panas

Skor 1-1 menjadi cerminan sempurna dari pertarungan dua tim dengan karakter berbeda.

Spanyol tetap unggul dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang, tetapi Belgia menunjukkan efektivitas luar biasa ketika mendapatkan kesempatan.

Babak kedua diprediksi akan berlangsung lebih terbuka. La Roja masih memiliki sejumlah kartu truf di bangku cadangan seperti Pedri, Nico Williams, dan Mikel Merino. Sementara Belgia masih menyimpan Romelu Lukaku yang dapat menjadi pembeda saat tenaga para pemain bertahan Spanyol mulai terkuras.

Dengan tiket semifinal dan peluang menghadapi Prancis yang sudah menunggu di empat besar menjadi taruhannya, 45 menit berikutnya dipastikan akan menjadi salah satu babak paling menentukan di Piala Dunia FIFA 2026.

Untuk sementara, duel di Los Angeles masih sama kuat. Spanyol dan Belgia harus kembali memulai pertarungan dari titik yang sama setelah De Ketelaere membalas gol Fabian Ruiz dan menghidupkan kembali harapan Setan Merah menuju semifinal.

(fotmob/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN