Saturday, July 11, 2026
home_banner_first
SUMUT

Viral! Ibu Menangis Histeris di Hadapan Kades Asahan, Diduga SKTM Tak Ditandatangani

Mistar.idSabtu, 11 Juli 2026 pukul 10.13 WIB
viral_ibu_menangis_histeris_di_hadapan_kades_asahan_diduga_sktm_tak_ditandatangani

Tangkapan layar sosial media Facebook Ketua Ji’i memperlihatkan debat antara warga dan kades yang viral. (foto:sosial media/mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID – Sebuah unggahan video ramai di media sosial memperlihatkan seorang ibu menangis histeris di hadapan kepala desa karena diduga pihak pemerintah desa tidak memberikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Unggahan video tersebut ramai dibagikan dan viral di Facebook, sebagaimana dilihat MISTAR.ID, Sabtu (11/7/2026).

Diketahui, peristiwa dalam video tersebut terjadi di Kantor Kepala Desa Lestari, Kecamatan Buntu Pane. Dalam video tampak seorang pria berbaju merah muda yang diketahui merupakan Kepala Desa Lestari, Baginda Syarifuddin Ritonga.

Seorang warga dalam video tersebut mempertanyakan mengapa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tidak bisa diterbitkan dan tidak ditandatangani oleh kepala desa, padahal surat tersebut telah dimohonkan sejak dua pekan lalu.

“Kami tanggal 26 kemarin kemari minta surat SKTM, Surat Keterangan Tidak Mampu. Sampai setengah bulan tidak keluar,” kata warga yang menemui kepala desa dalam video tersebut.

Terjadi perdebatan antara warga dan kepala desa dalam video berdurasi 32 menit tersebut. Keduanya terlibat adu argumen mengenai tata cara penerbitan surat hingga kategori warga yang berhak memperoleh Surat Keterangan Tidak Mampu.

“Apa alasan Pak Kades tak mau menandatangani surat ini?” kata warga dalam video tersebut.

Di tengah perdebatan, kepala desa sempat menjelaskan bahwa sebelumnya ia meminta pihak yang berkepentingan datang sendiri untuk mengurus permohonan dan menegaskan tidak bermaksud mempersulit warga.

“Sampaikan sama dia enggak ku tandatangani kalau enggak dia langsung. Karena nanti payah. Karena ini, yang bersangkutan langsung jangan orang lain, karena kami takut hal yang enggak diinginkan. Contoh, sudah banyak (terjadi penyalahgunaan),” kata kepala desa dalam video tersebut pada menit ke-5.50.

Memasuki menit ke-15, seorang ibu yang duduk di belakang pria tersebut menangis histeris di hadapan kepala desa. Perseteruan antara warga dan kepala desa terlihat semakin memanas. Warga dalam video tersebut juga menyebut pernah dimintai uang hingga jutaan rupiah saat mengurus keperluan di kantor kepala desa tersebut.

“Pak Bupati, camat tengok kepala desa ini. Kerjanya begini. Korup. Ini orangnya,” kata pria berbaju biru dalam video tersebut.

Sementara itu, kepala desa terlihat tetap duduk dan tidak memberikan tanggapan apa pun atas kemarahan warganya.

Wartawan berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Darwinsyah Lubis, namun hingga berita ini ditulis belum memberikan respons. Hal serupa juga terjadi pada Camat Buntu Pane, Mhd Ibnu Afandi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Asahan, Arbin Ariadi Tanjung, mengatakan pihaknya telah mengetahui video viral tersebut dan akan menyampaikan penjelasan kepada publik terkait peristiwa yang sebenarnya terjadi.

“Saya sudah koordinasi dengan PMD. Ini mereka sedang mencari informasi, klarifikasi lah ke desa itu soal apa yang terjadi. Nanti kita sampaikan ya,” kata Arbin Tanjung. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN