Monday, August 24, 2026
home_banner_first
SUMUT

Cegah Keracunan MBG, Bupati Sergai Ingatkan 67 Dapur SPPG Tak Boleh Lengah

Mistar.idSenin, 24 Agustus 2026 pukul 20.55 WIB
cegah_keracunan_mbg_bupati_sergai_ingatkan_67_dapur_sppg_tak_boleh_lengah

Bupati Sergai, Darma Wijaya. (foto: damanik/mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID - Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya meminta kepada 67 dapur SPPG di wilayahnya tidak lengah, serta benar-benar mengawasi makanan dan menjalankan konsep zero accident atau nihil kecelakaan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Pesan ini disampaikan Darma karena banyaknya kasus keracunan massal akibat MBG di sejumlah daerah. Menurutnya, titik rawan bukan hanya ketika makanan dibagikan. Namun Pengawasan harus dimulai sejak bahan baku diterima, proses pengolahan, pemorsian hingga makanan sampai kepada penerima manfaat.

“Secara garis besar ada tiga hal yang harus dilakukan serta ditingkatkan oleh seluruh dapur SPPG guna mewujudkan zero accident, yakni pengawasan bahan baku dan kualitas pangan, kebersihan dan higienitas dapur serta pekerja, serta keamanan kerja dan proses distribusi," ujarnya, Senin (24/8/2026).

Untuk itu, dirinya meminta pengelola dapur disiplin menjalankan SOP, menjaga kebersihan pekerja dan lingkungan dapur, mengontrol bahan baku serta menggunakan food safety kit atau perangkat uji cepat untuk pemeriksaan keamanan pangan.

Darma mengingatkan jangan sampai program yang diperuntukkan bagi anak-anak, balita, ibu hamil dan ibu menyusui justru menimbulkan persoalan kesehatan.

“Zero accident, yakni nihil kecelakaan atau nol kasus keracunan, menjadi target utama guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan aman tanpa ada insiden kesehatan," katanya.

Sementara itu, Koordinator BGN Wilayah Sergai Nurhasanah Ritonga mengungkapkan pengawasan dapur SPPG dilakukan pada jam operasional sejak dini hari.

Dijelaskannya, dalam dua pekan terakhir briefing serta monitoring dan evaluasi rutin dilakukan Kepala BGN melalui Zoom pada pukul 02.00 hingga 04.00 WIB. “Alhamdulillah, sejauh ini 67 dapur SPPG yang sudah beroperasional di Serdang Bedagai dan zero accident,” ucapnya.

Dia menegaskan pengawasan di lapangan dilakukan Korwil bersama KASPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan dan relawan. Mereka mengawal proses sejak bahan dipersiapkan, makanan diolah dan diporsikan hingga didistribusikan.

“Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP, aman, dan tertib guna terwujudnya zero accident dalam program MBG," tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN