Bupati Batu Bara Desak Perbaikan Tanggul Sungai Dalu Dalu Terancam Jebol

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menjelaskan dampak luapan air Sungai Dalu Dalu kepada staf ahli Kementerian Pertanian. (foto:diskominfobatubara/mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID
Kenaikan debit air Sungai Dalu Dalu di Kabupaten Batu Bara yang menimbulkan pengikisan tanggul hingga nyaris jebol berpotensi menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.
Melihat potensi ancaman tersebut, Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, menyampaikan harapan agar pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi segera mengambil langkah-langkah konkret untuk melakukan perbaikan.
Harapan tersebut disampaikan Baharuddin saat meninjau kondisi terkini bendungan dan tanggul sungai yang berada di Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih, bersama Yahdi Khoir, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), serta Staf Ahli Kementerian Pertanian (Kementan), Ani dan Aris, Sabtu (13/12/2025) sore.
“Bila tanggul ini sampai jebol, dampak yang ditimbulkan sangat besar. Setidaknya ratusan rumah di lima desa dan kelurahan akan terdampak. Ribuan hektare lahan pertanian, termasuk 500 hektare lahan tanaman cabai serta 10 hektare lahan perikanan, bakal terendam air,” ucapnya.
Peninjauan dilakukan setelah viral di media sosial peristiwa meluapnya air sungai yang menyebabkan rubuhnya tanggul yang baru beberapa bulan dibangun dengan biaya Rp11,6 miliar.
Unggahan di Facebook menyebutkan debit air mulai naik sejak pagi hari. Dalam video yang diunggah terlihat terjangan air sungai menyebabkan tanggul di beberapa titik ambruk.
Air terus meluap dan semakin besar sehingga saat peninjauan Bupati dilakukan, besi pancang yang dibuat untuk menahan tanggul sudah tidak terlihat lagi.
Selain mengikis tanah, luapan air juga membawa sampah berupa kayu dari hulu sungai di wilayah Simalungun hingga mengancam bendungan Dalu Dalu.
Meski penanganan sungai bukan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara, namun guna mengantisipasi rubuhnya bendungan, langsung mengerahkan alat berat berupa eskavator untuk mengangkat material sampah yang menyumbat bendungan.
Yahdi Khoir, anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Sumut yang meliputi Batu Bara, Asahan, dan Tanjung Balai, menyampaikan dukungannya terhadap langkah Pemkab Batu Bara dalam memperjuangkan perbaikan infrastruktur pertanian yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara itu, tim Staf Ahli Kementan melakukan pencatatan dan evaluasi teknis sebagai bahan pertimbangan untuk langkah tindak lanjut di tingkat pusat.
“Peninjauan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret guna menjaga keberlanjutan pengairan dan ketahanan pangan di Kabupaten Batu Bara,” harap Baharuddin. (hm16)






















