Atraksi Kuda Lumping dan Reog Meriahkan Hari Kemerdekaan di Lima Puluh

Atraksi kuda lumping. (foto:Ebson/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID (17/8/2026) — Atraksi kesenian tradisional kuda lumping dan Reog Ponorogo memukau ratusan warga Lima Puluh yang memadati halaman kediaman tokoh masyarakat Jawa, Suwondo, Senin (17/8/2026).
Penampilan grup kesenian Yuspianti Desa Mangkai Baru, Kecamatan Lima Puluh, pimpinan Paidi, ini menjadi hiburan yang diminati masyarakat yang datang menyaksikannya.
Suwondo yang juga mantan Ketua Paguyuban Pujakesuma Kabupaten Batu Bara menjelaskan filosofi kuda lumping dan Reog Ponorogo yang sarat makna.
"Filosofi kuda lumping atau jaran kepang melambangkan semangat ksatria, ketangkasan, dan keberanian. Kuda dari bambu menggambarkan prajurit yang gagah berani di medan perang.
Sedangkan gerakan tarian yang kompak mencerminkan nilai gotong royong, kerja sama, dan ketahanan mental masyarakat dalam menghadapi rintangan hidup," jelas Suwondo.
Sementara itu, tari Reog Ponorogo melambangkan keberanian, keteguhan jiwa, perlawanan terhadap ketidakadilan, serta simbol kebijaksanaan dan gotong royong.
Seni tradisional ini mengajarkan bahwa seberat apa pun beban hidup yang dipikul, manusia harus tetap teguh berdiri dan melangkah dengan tegar.
Selain menyajikan kesenian kuda lumping dan Reog Ponorogo, kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan RI yang diadakan Famili diisi dengan berbagai perlombaan dan pemberian bantuan sosial kepada 60 warga kurang mampu.
Berbagai perlombaan digelar seperti lomba makan kerupuk, lomba membawa kelereng dalam sendok makan, lomba panjat pinang, jepit pipet di hidung, lomba mengambil karet dalam tepung, lomba memasukkan paku ke botol, joget balon, estafet tepung, estafet balon, dan lomba lainnya.
Ratusan warga antusias menyaksikan perlombaan. Para orang tua terlihat membawa anaknya agar ikut lomba yang digelar.
Kegiatan yang dilaksanakan di pekarangan tokoh masyarakat Suwondo ini digagas Famili murni tanpa sedikit pun keterlibatan pemerintah kecamatan maupun kelurahan, dengan dana partisipasi masyarakat Kecamatan Lima Puluh.
Suwondo mengapresiasi kegiatan yang digagas anak-anak muda dari Famili. "Kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat patriotisme generasi muda," ujar Suwondo.
Pembina Famili Zainuddin didampingi Ketua Famili Andika Wisnu Lubis mengatakan kegiatan ini lahir dari keinginan anak muda yang bernaung dalam Famili.
"Anak-anak yang tergabung dalam Famili menyelenggarakan kegiatan memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-81. Kegiatan bertujuan mengenang perjuangan pejuang dalam merebut kemerdekaan sekaligus menanamkan jiwa patriotisme di hati anak-anak," ungkapnya.
Kegiatan juga untuk menjauhkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pengguna apalagi pengedar.
Ia mengingatkan generasi muda dan warga yang hadir bahwa narkoba merupakan akar dari segala perbuatan kriminal.
"Bahkan untuk mendapatkan narkoba, pencandu tidak segan melakukan berbagai kejahatan seperti pencurian, perampokan, bahkan begal," tandasnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
HUT ke-81 RI, 463 Warga Binaan Lapas Rantauprapat Terima Remisi























