Ansor Tolak Intervensi Pihak Luar di Pencalonan Ketua Tanfidziyah NU Tapteng

Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Tapteng, Madayansyah Tambunan. (Foto: Istimewa/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menolak adanya intervensi pihak luar pada pencalonan Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU).
Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Tapteng, Madayansyah Tambunan, mengatakan bahwa NU bukan organisasi yang dibangun secara instan. NU lahir dari tradisi, kaderisasi, sanad keilmuan, serta pengabdian panjang para ulama dan kadernya.
Menurutnya, saat ini ada dugaan campur tangan pihak luar dalam proses pencalonan Ketua Tanfidziyah NU Tapteng. Termasuk dari unsur yang tidak memiliki rekam jejak khidmah maupun keterikatan struktural.
"Karena itu, kepemimpinan NU seharusnya diisi oleh figur yang pernah berkhidmah di NU, memahami kultur dan tradisi NU, loyal terhadap nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, dan berproses melalui kaderisasi," kata Madayansyah, Sabtu (17/1/2026).
Kemudian, NU tidak boleh menjadi alat kepentingan politik atau kekuasaan. “Proses kepemimpinan harus berjalan secara murni dari internal NU, tanpa intervensi dari pihak mana pun,” ujarnya.
Meski demikian, Gerakan Pemuda Ansor tetap menjunjung tinggi nilai toleransi, persatuan, dan kerukunan antarumat beragama, serta menghormati seluruh elemen pemerintah daerah.
"Gerakan Pemuda Ansor Tapteng berkomitmen terus menjaga marwah NU demi kemaslahatan umat, keutuhan jam’iyyah, serta persatuan bangsa," tuturnya. (Syaiful)





















