Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Inalum–PJT Perkuat Konservasi Kawasan Tangkapan Air Danau Toba Sepanjang 2025

Mistar.idSabtu, 17 Januari 2026 18.26
EH
NS
inalumpjt_perkuat_konservasi_kawasan_tangkapan_air_danau_toba_sepanjang_2025

Penanaman Pohon yang dilaksanakan Inalum dan PJT 1. (Foto: Dokumen Inalum/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Berbagai program konservasi kawasan tangkapan air Danau Toba sepanjang tahun 2025 telah dilaksanakan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) berkolaborasi dengan Perum Jasa Tirta I (PJT).

Program tersebut dilaksanakan di tujuh kabupaten di Kawasan Danau Toba, yakni Kabupaten Toba, Dairi, Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Karo, dan Samosir.

Konservasi tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber daya air Danau Toba sekaligus meningkatkan partisipasi serta kesadaran masyarakat.

Program yang dijalankan meliputi pembangunan sumur resapan dan sumur injeksi, pembuatan biopori, penanaman pohon, pembibitan, serta penguatan kapasitas masyarakat.

Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan Inalum, Sunarno A. Rakino, mengatakan program konservasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung keberlanjutan sumber daya air melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Danau Toba bagi Inalum bukan sekadar kawasan alam, tetapi sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang. Melalui program konservasi, kami berupaya menghadirkan aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan,” ujar Sunarno, Sabtu (17/1/2025).

Sepanjang 2025, Inalum menjalankan sejumlah program utama. Di bidang edukasi dan pemberdayaan masyarakat, Program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba yang tersebar di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Program ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini.

Untuk mendukung rehabilitasi lahan berkelanjutan, Inalum juga membangun tiga unit Kebun Bibit Rakyat (KBR) dengan kapasitas 50.000 bibit per tahun serta Pembibitan Modern Paritohan berkapasitas 500.000 bibit per tahun. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi penyedia utama bibit untuk program penghijauan jangka panjang di kawasan Danau Toba.

Di bidang rehabilitasi lingkungan, Inalum bersama mitra melakukan penanaman pohon di lahan seluas 1.050 hektare dengan total 420.000 pohon yang tersebar di berbagai kabupaten sekitar Danau Toba. Penanaman ini bertujuan memperkuat tutupan vegetasi, mencegah erosi, menjaga kualitas air danau, serta mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.

Sementara itu, upaya konservasi air dilakukan melalui pembangunan 10.000 lubang biopori yang tersebar terutama di Kabupaten Simalungun dan Samosir. Selain itu, dibangun 500 unit sumur resapan di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara, serta 15 unit sumur injeksi di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo untuk menjaga ketersediaan air tanah di kawasan hulu.

Dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, Inalum juga melaksanakan sosialisasi dan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA). Hingga 2025, sebanyak 18 MPA telah dibentuk dan dilatih di Kabupaten Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo, dan Samosir.

Sunarno menambahkan, pendekatan konservasi yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pelestarian Danau Toba sebagai sumber kehidupan, penggerak ekonomi masyarakat, ruang budaya, serta sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Sumatera Utara dan Indonesia. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN