Aksi Heroik Satpam UINSU Bayu Sambungkan Tali Bendera yang Putus

Satpam UIN SU Pancing saat memanjat tiang bendera untuk menyelesaikan personalan tali bendera putus. (foto:ig@dr_windakustiawan/mistar)
Medan, MISTAR.ID (17/8/2026) - Upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih dalam peringatan Kemerdekaan Indonesia pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara (Sumut) terhenti akibat tali bendera putus.
Namun, aksi heroik seorang Satpam UINSU, Bayu Adrian, 28 tahun, memanjat tiang bendera untuk menyambungkan kembali tali bendera yang putus saat prosesi pengibaran Merah Putih.
Dijelaskan Bayu, dirinya yang bertugas mengawal jalannya kegiatan upacara menyebutkan bahwa posisinya berada cukup jauh dari tiang bendera lantaran ia berada di samping lapangan.
"Kebetulan saya lagi mengamankan lokasi Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia di UINSU Pancing, begitu bagian Paskibraka menarik tali, terputus sambungan talinya itu," ujarnya kepada wartawan, Senin (17/8/2026).
Lebih lanjut, Bayu mengatakan ia berinisiatif mengambil tindakan dan sigap berlari menuju tiang bendera. Sebelum memanjat tiang bendera, ia melepaskan sepatu dan melemparkan handphone-nya terlebih dahulu.
"Tiangnya tinggi juga, saat dipanjat terasa getarannya, terlebih tiangnya baru dicat jadi masih licin. Tapi dengan semangat, saya coba ambil putusan tali yang ada di ujung tiang bendera hingga tergapai talinya," tuturnya.

Keterangan gambar: Satpam UIN SU Pancing saat memanjat tiang bendera untuk menyelesaikan personalan tali bendera putus. (foto:ig@dr_windakustiawan/mistar)
Menurutnya, insiden tersebut bukan disengaja, melainkan kejadian yang tidak terduga. Namun, ia pun tidak mengetahui pasti bagaimana cara Paskibraka menarik tali hingga terputus dan terlepas.
Usai Satpam yang telah berprofesi sejak 2018 itu turun, tali yang putus segera diperbaiki kembali oleh anggota Paskibraka UINSU Pancing dan upacara HUT ke-81 RI pun dapat kembali berlangsung seperti biasa.
Dirinya mengaku saat insiden tersebut turut hadir jajaran Rektorat UINSU. Ia pun mengatakan setelah rangkaian upacara selesai, dirinya menerima apresiasi dari Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag.
"Tidak ada (yang berani memanjat), itu murni inisiatif saya sendiri. Saya merasa postur badan yang paling kecil dari yang lain dan jangan karena tali terputus upacara ini gak jalan, malu kita sama pahlawan yang sudah meninggal," tuturnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
780 Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Terima Remisi HUT ke-81 RI





















