Tuesday, June 9, 2026
home_banner_first
SUMUT

540 Guru Sekolah Minggu Terima Insentif dari Pemkab Batu Bara

Mistar.idSelasa, 9 Juni 2026 18.24
journalist-avatar-top
EP
540_guru_sekolah_minggu_terima_insentif_dari_pemkab_batu_bara_

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian memberikan insentif kepada guru Sekolah Minggu. (foto: Diskominfo Batu Bara/Mistar)

news_banner

‎Batu Bara, MISTAR.ID

‎Sebanyak 540 guru Sekolah Minggu (SM) se-Kabupaten Batu Bara menerima insentif dari Pemkab Batu Bara, Selasa (9/6/2026). ‎Insentif yang diterima pada tahap pertama sebesar Rp500 ribu untuk masing-masing guru Sekolah Minggu dengan total anggaran Rp270 juta.

‎Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, yang langsung menyerahkan insentif tersebut menjelaskan pemberian insentif merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas dedikasi para guru dalam membina pendidikan keagamaan dan karakter anak-anak sejak usia dini.

"‎Insentif yang diberikan merupakan bentuk penghargaan dan perhatian pemerintah kepada para guru Sekolah Minggu yang selama ini telah mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mendidik generasi muda," ujar Baharuddin.

‎Ia mengatakan, Pemkab Batu Bara menyadari bahwa pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang dicurahkan guru sekolah minggu tidak sebanding dengan nilai materi yang diberikan hari ini.

‎"Namun, insentif ini menjadi bentuk tali asih, apresiasi, dan dukungan moril dari pemerintah daerah kepada para pejuang pendidikan kerohanian," kata Baharuddin.

Pada kesempatan tersebut, mantan Kadispora Pemprovsu itu mengajak ‎para guru Sekolah Minggu dan Pendeta agar turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

‎Ia menjelaskan kondisi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Batu Bara sudah berada pada tingkat yang memprihatinkan sehingga memerlukan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

‎"Guru-guru Sekolah Minggu kami harapkan dapat terus menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada anak-anak. Selain itu juga mengingatkan generasi muda tentang bahaya narkoba. Pendidikan karakter dan agama menjadi benteng penting dalam menyelamatkan masa depan mereka," tuturnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN