Monday, June 22, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Sidak Dapur MBG di Simalungun, Program Berjalan Baik Meski Ada Catatan Perbaikan

Mistar.idKamis, 23 April 2026 pukul 13.28 WIB
sidak_dapur_mbg_di_simalungun_program_berjalan_baik_meski_ada_catatan_perbaikan

Wakil Bupati Simalungun yang juga Ketua Satgas MBG, Benny Gusman Sinaga saat inspeksi di salah satu dapur MBG.(foto: Diskominfo/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Simalungun menemukan sejumlah persoalan dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat melakukan inspeksi di Kecamatan Raya, Rabu (22/4/2026).

Tiga dapur yang diperiksa masing-masing SPPG Bahapal Raya, SPPG Yayasan Karya Pangan Bergizi, dan SPPG Yayasan DS Cikoko. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Simalungun yang juga Ketua Satgas MBG, Benny Gusman Sinaga.

Dalam sidak tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari proses pengolahan makanan, kualitas bahan baku, hingga kelengkapan fasilitas penunjang operasional dapur. Hasilnya, meski program berjalan relatif baik dan menyasar anak-anak usia sekolah, ditemukan sejumlah catatan penting yang perlu segera dibenahi.

Sorotan utama tertuju pada sistem pengelolaan limbah dapur yang belum memenuhi standar kesehatan dan lingkungan. Limbah yang dihasilkan masih mengandung endapan lemak di kolam penampungan sehingga dinilai belum layak dialirkan ke saluran umum.

“Kondisi ini harus segera diperbaiki agar tidak berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar,” kata Benny.

Selain itu, tim juga menemukan kerusakan fasilitas, seperti water heater yang tidak berfungsi optimal. Kerusakan ini dinilai berpotensi mengganggu proses pencucian peralatan yang membutuhkan air panas untuk menjaga higienitas.

Tak hanya itu, penataan tabung gas di dapur juga dinilai belum memenuhi standar keamanan, sehingga berisiko menimbulkan bahaya jika tidak segera ditata ulang.

Dari sisi pasokan bahan baku, pengelola dapur mengeluhkan kesulitan mendapatkan ikan laut segar akibat jarak distribusi yang jauh. Untuk sementara, kebutuhan protein dipenuhi dengan ikan beku yang dinilai lebih stabil dari sisi ketersediaan dan kualitas.

Menanggapi temuan tersebut, Benny menegaskan seluruh pengelola dapur wajib segera melakukan perbaikan. Ia menekankan bahwa kualitas makanan, kebersihan, dan keamanan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program.

“Kami minta semua catatan segera ditindaklanjuti, terutama terkait limbah dan proses persiapan makanan sebelum didistribusikan. Kualitas dan kebersihan harus tetap terjaga,” ujarnya.

Selain memantau dapur, Satgas MBG juga meninjau penyaluran makanan di dua sekolah, yakni SD Negeri 095157 dan SD Negeri 091316 Pematang Raya. Di lokasi tersebut, tim berdialog langsung dengan siswa penerima manfaat.

Hasilnya, para siswa mengaku puas dengan makanan yang disajikan. Mereka menyebut rasa makanan enak dan porsi yang diberikan selalu habis dikonsumsi.

Meski mendapat respons positif, Satgas tetap membuka ruang evaluasi berkelanjutan. Pihak sekolah diminta aktif melaporkan setiap keluhan atau masukan terkait layanan dapur.

“Kami membutuhkan peran aktif sekolah untuk memastikan program ini terus membaik. Setiap masukan harus segera disampaikan agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” kata Benny.

Pemerintah Kabupaten Simalungun menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan rutin terhadap program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi, higienis, dan aman dikonsumsi, sehingga benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN