Air PDAM Diduga Tercemar, Aktivitas Dapur MBG Diselidiki

Pemerintah Kabupaten Nias Utara datang ke dapur MBG di Desa Fadoro Sitoluhili, Kecamatan Lahewa, Selasa (31/3/2026). (Foto: Istimewa/Mistar)
Nias Utara, MISTAR.ID
Pemerintah Kabupaten Nias Utara turun ke lokasi dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Fadoro Sitoluhili, Kecamatan Lahewa, Selasa (31/3/2026).
Kunjungan dilakukan setelah adanya dugaan pencemaran air PDAM Lahewa yang diduga berasal dari aktivitas dua dapur MBG.
Salah seorang pengelola dapur MBG mengatakan selama ini limbah MBG milik mereka selalu disimpan di septic tank sambil menunggu proses pengolahan lanjutan sesuai aturan.
“Tidak langsung dibuang ke parit atau dibuang sembarang,” kata pengelola yang tidak disebutkan namanya.
Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Nias Utara, Sukemi Harefa, mengatakan limbah dari dapur MBG tidak dapat dibuang ke parit. Harus melalui proses pengolahan limbah yang benar.
“Seharusnya tidak bisa dibuang ke parit. Ada proses pengolahan limbah dengan benar,” ujar Sukemi.
Air PAM yang tercemar diketahui di Kelurahan Pasar Lahewa. Pihak PDAM telah melakukan uji coba laboratorium. Hasilnya, kadar amonia mencapai 7,20.
“Namun, pada tahap kedua kadar amonia sudah dinyatakan normal,” kata Koordinator Perumda Tirtanadi Unit Lahewa Nias Utara, Foarota Mendrofa, di Warkop Merah Putih Lahewa. (asatu)
























