Pematangsiantar Naik ke Peringkat 4 Kota Toleran 2025 Versi Setara Institute

Masjid Bhakti dan Gereja GKPI berdiri berdampingan di Jalan Medan, Simpang Pertamina, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar. (Foto: Istimewa/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Berdasarkan penilaian Setara Institute, Kota Pematangsiantar menempati peringkat ke-4 sebagai Kota Toleran di Indonesia tahun 2025. Posisi ini meningkat dari sebelumnya yang berada di peringkat ke-5.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pematangsiantar, Ali Lubis, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, kita naik ke peringkat empat. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan,” ujarnya.
Ali juga mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, beserta jajaran yang dinilai konsisten mendorong iklim toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Perjalanan Pematangsiantar menuju posisi ini tidak instan. Dalam beberapa tahun terakhir, Indeks Kota Toleran (IKT) terus menunjukkan tren positif, dari peringkat 51, naik ke 31, 11, 5, hingga kini menembus empat besar nasional.
Menurut Ali, budaya hidup rukun dan damai telah menjadi karakter masyarakat Pematangsiantar sejak lama. Nilai tersebut menjadi fondasi kuat dalam menjaga harmoni antarumat beragama.
“Jika masyarakat hidup rukun, maka semua dapat berjalan dengan baik, mulai dari bekerja, beribadah, hingga pembangunan. Kita di Siantar ini satu saudara,” tegasnya.
Ke depan, ia berharap seluruh pihak terus menjaga semangat kebersamaan agar prestasi ini tidak hanya bertahan, tetapi juga meningkat hingga mencapai peringkat pertama sebagai kota paling toleran di Indonesia.




















