Pembangunan Pasar Dwikora Pematangsiantar Disorot, Dugaan Material Bekas dan K3 Jadi Perhatian

Proses pembangunan Pasar Dwikora masuki tahap pemasangan tiang bangunan kios. (Foto:Hamzah/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (3/8/2026) – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar telah memulai tahap pembangunan kembali Pasar Tradisional Dwikora yang terbakar pada 18 Juni 2026 dini hari. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan tiang bangunan setelah sebelumnya dilakukan perbaikan drainase.
Sesuai amatan MISTAR yang beberapa kali melakukan peliputan, proyek diawali dengan pembersihan sisa puing-puing bangunan yang terbakar. Pada tahap pengecoran fondasi awal pembangunan kios, diduga digunakan material bekas. Kini, pekerjaan tersebut telah rampung dan dilanjutkan dengan pemasangan tiang-tiang.
Selain dugaan penggunaan material bekas berupa batu padas untuk dudukan sloof (fondasi menerus), penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para pekerja juga menjadi perhatian. Tampak beberapa pekerja beraktivitas tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti helm proyek, rompi keselamatan, maupun sepatu pelindung sebagaimana diatur dalam ketentuan K3.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap, menyampaikan bahwa biaya atau nilai kontrak pembangunan kembali Pasar Tradisional Dwikora diperkirakan mencapai Rp5 miliar.
"Perkiraan Rp5 miliar (nilai kontrak), dan dikerjakan oleh kontraktor CV Sihujur Jaya," ujar Dedi saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan amatan di sekitar lokasi konstruksi, juga belum ditemukan papan informasi proyek yang memuat keterangan pekerjaan yang sedang berlangsung. Sementara itu, progres pembangunan diperkirakan telah mencapai sekitar 25 persen.
"Biasa dipasang itu, Dek. Kemarin masih menyesuaikan dengan kondisi penawaran dari pedagang yang mau membangun sendiri. Sekarang sudah fix, nanti bakal dibuat plank proyeknya," ujarnya.
Saat disinggung terkait pengawasan terhadap penggunaan material bangunan oleh kontraktor serta pekerja yang tidak mengenakan perlengkapan pelindung diri, Dedi menyampaikan bahwa hal tersebut tetap menjadi perhatian pihaknya.
"Tiap hari pengawas dan dirtek rutin melakukan pengawasan. Terima kasih atas informasinya. Akan kami ingatkan untuk selalu dipakai," ujarnya. (hm27)






















