Pembangunan Kios Pasar Dwikora Belum Dimulai, Pedagang Korban Kebakaran Masih Menunggu

Suasana Pasar Tradisional Dwikora Kota Pematangsiantar pasca terbakar pada 18 Juli 2026, Selasa (14/7/2026). (foto:hamzah/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (14/7/2026) – Aktivitas perdagangan di Pasar Tradisional Dwikora, Kota Pematangsiantar, belum pulih sepenuhnya setelah kebakaran yang terjadi pada 18 Juni 2026. Hingga kini, Selasa (14/7/2026), sebagian besar pedagang korban kebakaran belum kembali berjualan karena pembangunan kios belum dimulai.
Di lokasi bekas kebakaran, pemerintah masih menyelesaikan pekerjaan drainase setelah merobohkan sisa bangunan dan meratakan lahan. Pembangunan kios baru dijadwalkan dimulai setelah pekerjaan infrastruktur tersebut rampung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar, Dedy Idris Harahap, menyampaikan bahwa saat ini tengah dilakukan perbaikan drainase dan pemasangan balok drainase sebagai tahap awal sebelum pembangunan kios dilaksanakan.
"Kita masih beresin drainase yang di dalam dan targetnya minggu ini akan selesai. Dan dilanjut pembangunan kiosnya," ujar Dedy Harahap saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).
Belum tersedianya kios membuat banyak pedagang kehilangan tempat usaha. Bahkan, sebagian pedagang yang menjadi korban kebakaran memilih tidak berjualan, sementara sebagian lainnya mendirikan tenda darurat agar tetap bisa melayani pembeli.
Salah seorang pedagang, Okta Desy Simbolon, mengatakan para pedagang mulai mempertanyakan lambatnya pembangunan kios. Menurutnya, kepastian waktu pembangunan menjadi kebutuhan mendesak karena para pedagang menggantungkan penghasilan dari aktivitas berjualan.
"Sudah hampir seminggu masih bagusi drainase. Sebenarnya kami sudah mau datang lagi menanyakan kenapa pembangunan belum dimulai," ujar Okta Desy saat ditemui, Selasa (14/7/2026).
Ia mengatakan bantuan yang diterima pedagang setelah kebakaran tidak dapat digunakan untuk membangun kios secara mandiri.
"Bantuan memang ada, tapi tidak mungkin dipakai untuk bangun kios. Itu lebih baik untuk modal, sekarang pedagang butuh kios untuk bisa berjualan lagi," ujarnya.
Kondisi ini membuat roda perekonomian di Pasar Dwikora belum berputar seperti biasa. Semakin lama proses pembangunan berlangsung, semakin besar pula potensi kehilangan pendapatan bagi ratusan pedagang.
"Uda mau sebulan, tapi ini masih bagusi drainase. Kami ingin cepat dibangun biar bisa kami berjualan, ini da lama kami nggak jualan," ujar pedagang lainnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar menyatakan akan membangun kembali kawasan Pasar Tradisional Dwikora dengan melengkapi fasilitas berupa atap balairung, lantai kios, jalan dan drainase, instalasi listrik, jaringan air bersih, kamera CCTV, serta alat pemadam api ringan (APAR). Sementara itu, pedagang akan membangun sendiri dinding-dinding kios. (hm27)
























