Friday, July 31, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Lurah Pondok Sayur Ungkap Evakuasi Delapan Korban Longsor Berjalan Cepat

Mistar.idJumat, 31 Juli 2026 pukul 14.11 WIB
lurah_pondok_sayur_ungkap_evakuasi_delapan_korban_longsor_berjalan_cepat

Lurah Pondok Sayur, Susan Ulfa Sari di lokasi kejadian. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Lurah Pondok Sayur, Susan Ulfa Sari mengatakan evakuasi delapan korban longsor di Jalan Suka Dame, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Kamis malam (30/7/2026) berjalan cepat.

Begitu mendengar kabar dinding penahan milik Pesantren Darussalam roboh dan menghantam satu rumah warga sekitar pukul 21.15 WIB, Susan langsung turun ke lokasi.

Di sana ia melihat ada korban terluka parah, bersama Camat Siantar Martoba, tim BPBD, dan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Bersama segera melakukan evakuai.

"Malam itu juga, kedelapan korban dibawa ke RSUD Djasamen Saragih agar mendapat penanganan medis secepat mungkin. Keselamatan warga yang utama. Sekarang mereka masih dirawat,” kata Susan kepada Mistar, Jumat (31/7/2026).

Setelah urusan evakuasi beres, Susan juga menggerakkan gotong royong warga. Ia berkoordinasi dengan RT, RW, dan kepala lingkungan (kepling) agar lingkungan cepat tanggap dan warga saling membantu.

Karena lokasi kejadian sempit, tenda darurat dari BPBD tidak memungkinkan untuk didirikan, akhirya Susan mencari solusi lain. Keluarga korban sementara diungsikan ke rumah tetangga yang lebih aman.

“Semua warga kita kerahkan. Karena nggak mungkin pasang tenda BPBD, korban sementara kita tempatkan di rumah sebelah yang lebih aman,” tambahnya.

Untuk penanganan jangka panjang, Susan juga membantu membuka jalur mediasi lahan. Ternyata, lahan tempat berdirinya tembok penahan itu milik dua pihak, yakni Pesantren Darussalam dan seorang warga.

Diharapkan agar Pemerintah Kota Pematangsiantar dapat mengalokasikan anggaran dan membangun tembok baru secara resmi, status tanah tersebut harus dihibahkan terlebih dahulu menjadi aset Pemko.

“Kami lagi musyawarah bareng kecamatan, pengelola pesantren, dan pemilik tanah. Supaya dua-duanya mau menghibahkan tanahnya. Syarat hibah ini penting biar Pemko bisa bangun tembok penahan yang baru secepatnya,” ucap Susan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN