Keamanan Pasar Horas Pematangsiantar Disorot Usai Pencurian Emas dan Kasus Asusila

Suasana aktivitas jual beli di Pasar Horas, Kota Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Rasa aman di Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, kini menjadi perhatian serius. Pusat perdagangan terbesar di kota itu tengah dihadapkan pada sejumlah kasus kriminalitas yang meresahkan, mulai dari pencurian hingga kasus asusila yang terjadi di lingkungan pasar.
Kondisi tersebut membuat para pedagang dan pengunjung mendesak pengelola pasar untuk memperketat sistem pengamanan demi menjaga kenyamanan dan kepercayaan masyarakat.
Aksi kriminalitas dilaporkan terjadi di sejumlah area pasar, baik di lantai bawah maupun lantai atas. Beberapa kasus yang mencuat belakangan ini menjadi sorotan publik dan memunculkan kekhawatiran di kalangan pedagang.
Salah seorang pedagang di lantai bawah Pasar Horas, Marga Silalahi, menilai kondisi keamanan di dalam pasar sudah tidak lagi kondusif. Menurutnya, keresahan tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga para pembeli.
"Keamanan di sini sudah berkurang. Banyak pembeli mengeluh karena sering terjadi kehilangan dan pencurian. Akibatnya, mereka khawatir datang berbelanja ke Pasar Horas," ujarnya, Senin (8/6/2026).
Ia mencontohkan sejumlah kasus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk kasus asusila di lantai atas pasar dan pencurian di salah satu toko emas.
"Beberapa waktu lalu ada kasus asusila di lantai atas. Kemudian yang terbaru pencurian emas di Toko Emas MA Siregar. Kondisi seperti ini tidak boleh terus terjadi. Pengamanan harus benar-benar ditingkatkan," tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan Ningsih, salah seorang pengunjung Pasar Horas. Ia mengaku kini harus lebih waspada setiap kali berbelanja.
"Sekarang harus ekstra hati-hati, apalagi saat pasar ramai. Kadang ada aktivitas anak punk dan pengamen yang membuat suasana kurang nyaman," katanya.
Ningsih berharap pemerintah daerah dan pengelola pasar dapat melakukan penertiban secara lebih intensif agar pengunjung merasa aman saat berbelanja.
"Harus ada penertiban yang lebih serius supaya pembeli tidak merasa resah ketika datang ke pasar," ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Koordinator Keamanan dan Ketertiban (Krantib) Pasar Horas, Josep Saragih, mengatakan pihaknya selama ini tetap melakukan patroli rutin untuk menjaga keamanan di lingkungan pasar.
"Selama ini kami terus melakukan patroli untuk menjaga keamanan di Pasar Horas," ujar Josep saat ditemui di Posko Pengaduan Pasar Horas.
Ia mengakui area lantai bawah selama ini menjadi titik yang paling rawan. Namun, sejumlah kasus yang belakangan terjadi di lantai atas turut menjadi perhatian pihak pengelola.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola pasar melakukan evaluasi pola pengamanan dengan meningkatkan intensitas patroli di seluruh area pasar.
"Biasanya titik rawan berada di bagian bawah. Untuk kasus di lantai atas, ini menjadi perhatian baru bagi kami. Saat ini patroli dilakukan setiap dua jam sekali di seluruh area pasar," jelasnya.
Meningkatnya kasus kriminalitas di Pasar Horas menjadi perhatian berbagai pihak. Pedagang dan masyarakat berharap pengelola pasar bersama Pemerintah Kota Pematangsiantar dapat mengambil langkah konkret untuk memperkuat sistem keamanan sehingga aktivitas perdagangan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Dengan pengamanan yang lebih optimal, Pasar Horas diharapkan tetap menjadi pusat ekonomi dan perdagangan yang dipercaya masyarakat serta mampu memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pengunjung.
BERITA TERPOPULER
























