Monday, June 8, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Koper Jemaah Haji Pematangsiantar Diguyur Hujan, Pemko Minta Maaf dan Janji Evaluasi Total

Mistar.idSenin, 8 Juni 2026 14.53
AN
AS
koper_jemaah_haji_pematangsiantar_diguyur_hujan_pemko_minta_maaf_dan_janji_evaluasi_total

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Irwansyah Saragih. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Proses kepulangan 110 jemaah haji asal Kota Pematangsiantar pada Kamis (4/6/2026) malam diwarnai insiden kurang menyenangkan. Sejumlah koper milik jemaah kedapatan basah kuyup akibat diguyur hujan deras saat proses penjemputan dan distribusi barang bawaan.

Peristiwa ini sempat memicu kekhawatiran dan menjadi sorotan pihak keluarga jemaah yang sedang menunggu di lokasi penyerahan. Beberapa koper terlihat basah imbas cuaca buruk yang melanda selama proses pemindahan barang dari armada pengangkut.

Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Irwansyah Saragih, meminta maaf dan akan melakukan evaluasi total. Dijelaskannya bahwa koper jemaah sebenarnya sudah mulai terpapar air hujan sejak proses pemuatan di Asrama Haji Medan.

"Memang dari Asrama Haji sudah kena hujan karena di samping lokasi tidak tertutup. Saat pengangkutan menuju Siantar, kami menggunakan mobil Satpol PP dan Dinas Sosial. Kondisi cuaca saat itu memang hujan deras disertai angin yang cukup kencang," ujar Irwansyah saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (8/6/2026).

Meski bagian luar koper tampak basah kuyup, Irwansyah memastikan bahwa barang-barang berharga di dalam koper jemaah tetap aman dan tidak mengalami kerusakan. Hal ini dikarenakan standardisasi pengamanan koper haji yang cukup ketat.

"Yang basah itu hanya permukaan depannya saja, tidak sampai merembes ke dalam. Koper haji ini kan sudah dilapisi dua kali (ganda), sehingga isi di dalamnya tetap terlindungi dengan baik," terangnya menenangkan pihak keluarga.

Pihak Pemko Pematangsiantar tidak menampik adanya keterbatasan fasilitas di tengah situasi darurat cuaca. Faktor kejaran waktu dan angin kencang menjadi tantangan utama petugas di lapangan saat proses pemulangan malam itu.

Kendati demikian, Irwansyah menegaskan bahwa insiden ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Pihaknya berkomitmen penuh untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar manajemen logistik haji ke depan jauh lebih matang.

"Kami akan mengantisipasi supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang. Saat itu situasi memang dikejar waktu. Ke depan, kami akan memperbaiki fasilitas yang ada dan menyiapkan skenario antisipasi cuaca buruk agar pelayanan kepada jemaah semakin prima," pungkasnya.

Pemko Pematangsiantar berharap kenyamanan jemaah haji, khususnya dalam penanganan barang bawaan dari Tanah Suci, dapat terjamin lebih baik pada musim haji berikutnya. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN