14 Dapur MBG Simalungun Aktif Lagi, Delapan Masih Tunggu Anggaran Cair

Petugas dapur SPPG mengangkat ompreng untuk disalurkan ke SMP Negeri 1 Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. (Foto: Indra/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Sebagian besar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Simalungun yang sebelumnya menghentikan operasional kini mulai kembali aktif menyalurkan makanan bergizi kepada penerima manfaat.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Simalungun, Debora Purba, mengatakan dari total 24 dapur SPPG yang sempat berhenti sementara akibat kendala anggaran, sebanyak 14 dapur kini telah kembali beroperasi normal.
"Sudah ada yang operasi, sisa 8 lagi," ujar Debora Purba, Senin (8/6/2026).
Kembalinya aktivitas dapur MBG itu menjadi angin segar setelah sebelumnya masyarakat sempat khawatir program pemenuhan gizi di wilayah Habonaron do Bona terganggu dalam waktu lama.
Menurut Debora, delapan dapur yang masih belum beroperasi hingga saat ini mengalami persoalan yang sama, yakni belum cairnya anggaran operasional.
"Cuma karena anggaran," katanya.
Baca Juga: Pergantian Kepala BGN Dinilai Belum Cukup, Dameria Pangaribuan Minta Program MBG Dievaluasi
Ia menjelaskan, proses pencairan dana kembali berlangsung pada hari ini. Karena itu, pihaknya optimistis seluruh dapur yang sempat berhenti dapat kembali aktif dalam waktu dekat.
"Hari ini pencairan kembali. Harapannya besok tidak ada lagi yang berhenti operasional sementara," ujarnya.
Debora menambahkan, delapan dapur yang masih belum beroperasi tersebut tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Simalungun. Namun, ia memastikan tidak ada kendala teknis maupun persoalan lainnya.
Sebelumnya, informasi penghentian sementara operasional dapur MBG sempat ramai di media sosial dan menuai perhatian publik. Sejumlah warga mempertanyakan keberlanjutan program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat.
BGN Simalungun memastikan penghentian operasional hanya bersifat sementara sembari menunggu normalisasi pencairan anggaran dari pusat. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Koper Jemaah Haji Pematangsiantar Diguyur Hujan, Pemko Minta Maaf dan Janji Evaluasi TotalBERITA TERPOPULER






















