Musim Hujan, Damkar Pematangsiantar Imbau Warga Waspadai Ular Masuk Permukiman

Petugas Damkar saat mengevakuasi seekor ular dari rumah warga di Kota Pematangsiantar. (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Dengan intensitas hujan yang masih cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Pematangsiantar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya ular ke lingkungan permukiman.
Masuknya ular ke kawasan permukiman dipicu sejumlah faktor, di antaranya kondisi cuaca yang lembap serta adanya genangan air di beberapa lokasi. Kondisi tersebut diduga mendorong satwa melata itu mencari tempat berlindung yang lebih aman dan hangat, termasuk ke dalam rumah warga.
Kepala Disdamkarmat Kota Pematangsiantar, Hery Okta Rizal, mengatakan dalam beberapa waktu terakhir pihaknya cukup sering menerima laporan warga terkait temuan ular di dalam rumah maupun pekarangan.
Baca Juga: Disdamkarmat Siantar Belum Penuhi SOP Kemendagri, Robert Samosir: Kami Kekurangan Personel
"Musim hujan membuat habitat ular berubah. Mereka cenderung mencari tempat yang kering, hangat, dan memiliki sumber makanan. Karena itu, lingkungan rumah harus dijaga agar tidak menjadi lokasi yang menarik bagi ular," ujar Hery saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, berbagai jenis ular ditemukan bersembunyi di area dapur, kamar mandi, gudang, hingga tumpukan barang yang jarang dibersihkan. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan petugas, tetapi juga melakukan langkah pencegahan secara mandiri untuk meminimalkan risiko.
Sebagai upaya antisipasi, warga diimbau rutin membersihkan halaman rumah, memangkas rumput yang tinggi, serta menyingkirkan tumpukan kayu, batu, genteng, maupun barang bekas yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.
"Selain itu, penting untuk memutus mata rantai makanan ular. Warga dapat menjaga kebersihan dapur dan mengelola sampah rumah tangga dengan baik agar tidak mengundang tikus yang merupakan mangsa utama ular di kawasan permukiman," katanya.
Disdamkarmat juga mengingatkan warga untuk menutup berbagai celah yang berpotensi menjadi akses masuk ular, seperti lubang pembuangan air, ventilasi yang tidak terlindungi, retakan dinding, hingga celah pada atap rumah.
"Penggunaan jaring atau kawat pelindung pada ventilasi rumah dapat mengurangi risiko tersebut. Selain itu, penggunaan cairan pembersih beraroma menyengat dan menjaga pencahayaan yang cukup di area rumah maupun halaman juga dapat membantu mengurangi kemungkinan ular bersembunyi di sekitar lingkungan rumah," ucapnya.
Hery berharap langkah-langkah pencegahan sederhana yang dilakukan masyarakat dapat mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa liar sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih aman selama musim hujan berlangsung.
BERITA TERPOPULER























