Festival Seni dan Qasidah Simalungun 2026 Diikuti 227 Peserta dari 29 Kecamatan

Pembukaan Festival Seni dan Qasidah Kabupaten Simalungun 2026. (foto:dokumen Diskominfo/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID (24/10/2026) – Perwakilan dari 29 kecamatan mengikuti Festival Seni dan Qasidah Kabupaten Simalungun 2026 di Hotel Simalungun City, Pematang Raya, Sabtu (24/10/2026). Mereka akan bersaing dalam tiga cabang perlombaan yang berlangsung hingga 26 Oktober.
Festival dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Albert R Saragih, yang mewakili Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih.
Ketua panitia, Riando P Purba, menyebutkan jumlah peserta mencapai 227 orang, terdiri atas 63 laki-laki dan 164 perempuan. Selain itu, ada 29 orang ofisial yang mendampingi peserta.
Tiga cabang yang diperlombakan adalah Bintang Vokalis Gambus, Pop Islami, dan Qasidah Rebana Klasik. Festival dijadwalkan berakhir pada Senin (26/10/2026).
Bintang Vokalis Gambus mempertandingkan kategori anak-anak, remaja, dewasa, serta usia emas 50 tahun ke atas. Pop Islami diikuti peserta kategori anak-anak hingga dewasa, sedangkan Qasidah Rebana Klasik mempertandingkan kelompok remaja dan dewasa. Setiap kelompok qasidah terdiri atas 11 orang.
Wakil Ketua DPD LASQI Sumatera Utara, Tuah Sirait, berharap peserta dari Simalungun mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan berprestasi di tingkat provinsi.
Ia mengapresiasi dukungan Pemkab Simalungun terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, seni Islami bisa menjadi sarana untuk menyampaikan pesan keagamaan sekaligus mengajak generasi muda melakukan hal-hal positif.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Albert, pemerintah daerah berharap festival ini tidak hanya menjadi kegiatan tahunan. Pembinaan terhadap peserta perlu dilakukan secara berkelanjutan agar bakat yang dimiliki tidak berhenti setelah perlombaan selesai.
Albert menyampaikan bahwa LASQI dan pihak terkait diharapkan membuka ruang latihan serta pendampingan hingga ke tingkat nagori dan kecamatan. Dengan demikian, anak-anak muda yang berminat pada seni qasidah memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan.
Peserta diminta menjaga sportivitas selama perlombaan. Pemerintah daerah menilai keberanian tampil dan kesediaan untuk terus belajar sama pentingnya dengan hasil yang diperoleh di panggung.
Pada kesempatan itu, Albert melantik dewan hakim dengan pemakaian toga. Selanjutnya, baiat dewan juri dipimpin oleh Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simalungun, Dedi Kuswandi.
Pembukaan turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemkab Simalungun, pengurus LASQI, perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para camat se-Kabupaten Simalungun. (hm27)













































