Saturday, October 24, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Napoli vs Roma: Allegri di Ujung Tanduk, Gasperini Bidik Kemenangan di Maradona

Mistar.idSabtu, 24 Oktober 2026 pukul 17.02 WIB
napoli_vs_roma_allegri_di_ujung_tanduk_gasperini_bidik_kemenangan_di_maradona

Napoli vs Roma: Allegri di Ujung Tanduk, Gasperini Bidik Kemenangan di Maradona. (foto ilustrasi:wikipedia/bbc/worldsoccer/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (24/10/2026) — Napoli menghadapi ujian berat saat menjamu Roma pada pekan ke-8 Serie A 2026/2027. Kekalahan dari Venezia membuat tuan rumah membutuhkan kebangkitan, sementara Roma datang dengan kepercayaan diri tinggi untuk merebut tiga poin.

Napoli akan menjamu Roma di Stadion Diego Armando Maradona, Sabtu (24/10/2026) malam WIB. Duel ini bukan sekadar perebutan poin, melainkan ujian bagi Massimiliano Allegri untuk memperbaiki performa timnya sekaligus kesempatan bagi Gian Piero Gasperini membawa Roma semakin dekat ke puncak klasemen.

Napoli baru saja menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Venezia di Serie A. Meski bangkit dengan kemenangan dramatis 4-3 atas Bodø/Glimt di kompetisi Eropa, inkonsistensi dan rapuhnya pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Allegri.

Sebaliknya, Roma datang dengan modal lebih meyakinkan. Kemenangan 2-0 atas Genoa mengakhiri rangkaian hasil imbang mereka di liga dan menjaga momentum positif tim asuhan Gasperini.

Napoli Wajib Bangkit, Roma Incar Puncak Klasemen

Tekanan terhadap Napoli tidak bisa diabaikan. Dengan 10 poin dari tujuh pertandingan, mereka tertinggal tujuh poin dari Roma yang mengoleksi 17 poin dan belum terkalahkan di Serie A musim ini.

Allegri menegaskan pentingnya pertandingan ini, tetapi mengingatkan bahwa satu hasil tidak akan menentukan keseluruhan musim. Ia juga menyoroti kebutuhan Napoli untuk memperbaiki organisasi permainan tanpa bola dan meningkatkan soliditas pertahanan.

Tantangan tersebut semakin besar karena Roma belum kebobolan dalam tiga laga tandang Serie A musim ini. Jika mampu menang di Naples, Giallorossi berpeluang mengambil alih puncak klasemen, setidaknya sebelum para pesaing mereka memainkan pertandingan berikutnya.

Duel Taktik Allegri vs Gasperini

Pertandingan ini mempertemukan dua pendekatan berbeda. Allegri mengutamakan keseimbangan, pengelolaan risiko, dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Gasperini mengandalkan pressing agresif, duel individu, serta transisi cepat untuk menekan lawan.

Perbedaan tersebut terlihat dari statistik tekanan. Roma mencatat PPDA 8,88, lebih rendah daripada Napoli yang berada di angka 13,12. Angka PPDA yang lebih rendah mengindikasikan intensitas pressing yang lebih tinggi.

Roma juga unggul dalam perebutan bola di sepertiga akhir dan jumlah high turnovers. Artinya, Napoli harus mampu melewati tekanan pertama dengan distribusi bola yang cepat dan akurat. Kesalahan saat membangun serangan berpotensi menjadi celah yang dimanfaatkan Roma.

De Bruyne dan McTominay Jadi Kunci Napoli

Napoli diprediksi menggunakan formasi 4-3-3 dengan Kevin De Bruyne, Stanislav Lobotka, dan Scott McTominay di lini tengah. Kombinasi kreativitas, distribusi bola, dan kekuatan fisik ketiganya diharapkan mampu mengimbangi agresivitas Roma.

De Bruyne berperan penting dalam menciptakan peluang melalui umpan vertikal dan pergerakan antarlini. Sementara itu, McTominay bisa menjadi ancaman tambahan lewat penetrasi dari lini kedua ketika Rasmus Højlund menarik perhatian para bek lawan.

Namun, Napoli perlu menjaga keseimbangan. Terlalu banyak pemain yang maju menyerang dapat membuka ruang bagi Roma untuk melancarkan serangan balik.

Malen dan Soulé Siap Menguji Pertahanan Tuan Rumah

Roma diprediksi mengandalkan formasi 3-4-2-1 dengan Donyell Malen sebagai ujung tombak dan Matías Soulé sebagai salah satu kreator serangan.

Malen berpotensi mengeksploitasi ruang di antara bek tengah dan bek sayap Napoli, terutama ketika tuan rumah kehilangan bola. Adapun Soulé diharapkan mampu menghubungkan lini tengah dengan lini depan di tengah absennya sejumlah pemain kreatif.

Roma juga harus menghadapi keterbatasan skuad. Paulo Dybala, Lorenzo Pellegrini, Manu Koné, dan kiper Mile Svilar tercantum dalam daftar pemain yang absen akibat cedera. Situasi ini membuat kontribusi pemain yang tersedia semakin menentukan.

Fakta Menarik: Rekor Kandang Napoli Bisa Jadi Penentu

Meski Roma lebih konsisten musim ini, Napoli memiliki modal historis yang menarik. Mereka tidak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir melawan Roma, dengan dua kemenangan dan tiga hasil imbang.

Napoli juga mencetak gol dalam 10 pertandingan kandang terakhir melawan Giallorossi. Catatan tersebut memberi harapan bagi tuan rumah untuk kembali menemukan ketajaman di depan pendukung sendiri.

Selain itu, duel ini merupakan bagian dari rivalitas yang dikenal sebagai Derby del Sole. Pertemuan dua klub besar Italia tersebut selalu memiliki nilai gengsi tersendiri, terlebih ketika keduanya sedang mengejar target berbeda di papan klasemen.

Prediksi Napoli vs Roma

Roma layak diperhitungkan berkat konsistensi di liga, pertahanan solid, dan pressing yang berpotensi menyulitkan Napoli. Namun, kualitas individu De Bruyne dan McTominay membuat tuan rumah tetap berbahaya, khususnya jika mampu memecah tekanan sejak awal.

Napoli membutuhkan permainan yang lebih disiplin, sedangkan Roma harus menjaga efektivitas tanpa kehilangan keseimbangan akibat absennya sejumlah pemain utama.

Prediksi skor: Napoli 1-2 Roma.

Roma sedikit lebih diunggulkan untuk membawa pulang tiga poin. Meski demikian, jika Napoli mampu memperbaiki pertahanan dan memanfaatkan dukungan suporter, hasil berbeda tetap terbuka di Stadion Diego Armando Maradona.

(seriea/sportsmole/fotmob/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN