Friday, October 23, 2026
home_banner_first
SUMUT

Forkopimda Tapteng Ikuti Deklarasi Sumut Tolak Narkoba Bersama Kapolri

Mistar.idSabtu, 24 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB
forkopimda_tapteng_ikuti_deklarasi_sumut_tolak_narkoba_bersama_kapolri

Forkopimda Kabupaten Tapteng saat mengikuti kegiatan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Tolak Narkoba. (Foto: Feliks/Mistar)

Tapteng, MISTAR.ID - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengikuti kegiatan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara (Sumut) Tolak Narkoba di Aula Parama Satwika Polres Tapteng, Jumat (23/10/2026).

Deklarasi tersebut dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan diikuti Gubernur Sumut, M. Bobby Afif Nasution, melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dilaksanakan setelah tim gabungan berhasil mengungkap penyelundupan 1,16 ton atau 1.160 kilogram ketamin hidroklorida (HCl) dari kapal tanker MT Global 168 di perairan Sumatera Utara.

Di Tapteng, kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Tapteng, AKBP Muhammad Alan Haikel, didampingi Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi Lubis. Kegiatan itu turut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen organisasi kepemudaan.

Kapolri menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil analisis intelijen dan pemantauan secara senyap selama tiga bulan. Tim gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri, BNN RI, Ditjen Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumut berhasil mencegat kapal MT Global 168 di perairan Tanjungbalai Asahan sebelum mengawalnya menuju Pelabuhan Belawan.

“Petugas menemukan 58 karung berisi 1.160 bungkus ketamin HCl dengan nilai ekonomis diperkirakan mencapai Rp1,856 triliun,” ujarnya.

Suyudi menambahkan, barang bukti yang disita tersebut bukan sekadar angka pencapaian, melainkan juga bentuk potensi penyelamatan sekitar 5,8 juta jiwa generasi muda bangsa dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya.

Kapolri turut memberikan instruksi tegas agar seluruh jajaran kepolisian tidak terlibat dalam peredaran narkotika. Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi untuk mempersempit ruang gerak sindikat jaringan internasional.

Sementara itu, Gubernur Sumut, M. Bobby Afif Nasution, menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan tim gabungan atas pengungkapan kasus tersebut di Belawan. Menurutnya, Sumatera Utara merupakan salah satu daerah dengan tingkat peredaran narkotika yang tinggi.

“Saya berharap momentum ini menjadi titik balik pemberantasan narkoba secara menyeluruh di Sumut dan pengungkapan barang haram ini sebagai wujud kolaborasi luar biasa antarinstansi (joint operation),” katanya.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkoba yang memuat tiga komitmen utama.

Ketiga komitmen tersebut yakni menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Utara; berkolaborasi dalam pemberantasan narkoba melalui upaya preemtif, preventif, penegakan hukum, dan rehabilitatif; serta mewujudkan Sumatera Utara yang bebas dan bersih dari narkoba. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN