Tiga Hari Diselimuti Kabut Asap, Hujan Akhirnya Turun di Kabupaten Toba

Hujan yang mengguyur Kabupaten Toba, Jumat (23/10/2026). (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID – Setelah tiga hari diselimuti kabut asap cukup pekat, hujan akhirnya turun di Kabupaten Toba, Jumat (23/10/2026). Turunnya hujan membuat masyarakat lega karena mampu meredakan kabut asap.
Meski demikian, perubahan kondisi udara yang tidak stabil masih dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Salah seorang ibu rumah tangga, Vero, mengatakan kondisi udara di Kabupaten Toba dalam beberapa hari terakhir mengalami perubahan. Udara sempat kembali bersih setelah diguyur hujan, tetapi kabut asap kembali menyelimuti wilayah tersebut ketika hujan tidak turun.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak terhadap kesehatan anak-anak. Ia menyebut anaknya terserang influenza di tengah perubahan cuaca dan kondisi udara yang tidak menentu.
Vero menambahkan, perubahan kondisi udara tidak hanya berisiko bagi anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Suhu udara yang terkadang panas akibat kabut asap, kemudian berubah menjadi dingin setelah hujan, dinilai turut menguji daya tahan tubuh.
"Tidak semua warga Toba bisa melawan perubahan udara yang berubah-ubah dalam beberapa hari. Contohnya anak saya yang beberapa hari ini terserang demam dan flu. Semoga saja saya tidak ikut terserang flu," ucapnya.
Warga lainnya, Frankin, mengatakan seharusnya ada upaya dari pemerintah mengatasi kabut asap.
"Tidak akan ada artinya satu daerah jika terdampak kabut asap. Hujan hari ini turun dan kabut asap mereda. Setelah hujan reda, kabut asap kembali datang. Jadi, harus sumber kabut asapnya yang ditangani," tuturnya.
Pada Senin (19/10/2026), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, Freddy Sibarani, merilis jumlah kasus ISPA dalam seminggu terakhir:
1. Puskesmas Tampahan: 7 kasus
2. Puskesmas Soposurung: 45 kasus
3. Puskesmas Borbor: 35 kasus
4. Puskesmas Silaen: 25 kasus
5. Puskesmas Tandang Buhit: 45 kasus
6. Puskesmas Pintu Pohan Meranti: 51 kasus
7. Puskesmas Nassau: 7 kasus
8. Puskesmas Uluan: 17 kasus
9. Puskesmas Lumbanjulu: 26 kasus
10. Puskesmas Porsea: 21 kasus
11. Puskesmas Parsoburan: 31 kasus
12. Puskesmas Parmaksian: 20 kasus
13. Puskesmas Aeknatolu: 31 kasus
14. Puskesmas Laguboti: 41 kasus
15. Puskesmas Janjimatogu: 34 kasus
16. Puskesmas Sigumpar: 23 kasus
17. Puskesmas Ajibata: 20 kasus
18. Puskesmas Lumban Lobu: 18 kasus















































