Benny Gusman Sinaga Dorong Sinergi OPD Perkuat Rantai Pasok Program MBG di Simalungun

Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga bersama Koordinator BGN Simalungun, Debora C Purba. (Foto: Indra/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, menegaskan pentingnya sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memperkuat rantai pasok bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin keberlanjutan operasional dapur MBG yang kini mulai berkembang di berbagai wilayah di Tanoh Habonaron do Bona.
Pernyataan tersebut disampaikan Benny usai menghadiri peluncuran dapur MBG di Kecamatan Tapian Dolok, baru-baru ini. Ia menekankan, semakin banyaknya titik dapur harus diimbangi dengan kesiapan sistem distribusi bahan pangan yang terencana dan terkontrol.
"Dengan bertambahnya dapur MBG di Simalungun, supply chain bahan baku harus benar-benar disiapkan. Di sinilah peran aktif OPD sangat dibutuhkan," ujarnya.
Benny yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas MBG Simalungun menegaskan, tanggung jawab penguatan rantai pasok tidak hanya berada pada Dinas Pertanian atau Dinas Ketahanan Pangan. Ia meminta seluruh OPD terkait turut ambil bagian, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
"Semua OPD harus bergerak bersama. Tidak hanya memantau, tetapi memastikan ketersediaan dan stabilitas bahan baku untuk dapur MBG tetap terjaga," katanya.
Menurutnya, Program MBG yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, pelaksanaannya harus memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.
"Harapan kita program ini berjalan lancar dan memberikan efek luas. Masyarakat harus merasakan manfaatnya, yang paling utama meningkatkan taraf kesehatan dan pertumbuhan ekonomi," kata Benny.
Ia menambahkan, keberadaan MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menekan angka stunting di Simalungun. Di sisi lain, program ini juga membuka peluang perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, pelaku usaha, serta jaringan distribusi pangan.
"Termasuk mengurangi angka pengangguran," ujarnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat, Pemerintah Kabupaten Simalungun optimistis Program MBG dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Koordinator BGN Simalungun, Debora C Purba sebelumnya menyampaikan bahwa saat ini terdapat 50 dapur SPPG yang sudah beroperasi di wilayah Habonaron do Bona. (hm25)





















