Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
MEDAN

Pengamat Sebut MBG Belum Efektif, Soroti Kasus Keracunan hingga Salah Sasaran

Mistar.idRabu, 25 Maret 2026 19.22
journalist-avatar-top
SH
pengamat_sebut_mbg_belum_efektif_soroti_kasus_keracunan_hingga_salah_sasaran

Menu makan bergizi gratis di salah satu sekolah Kota Medan. (foto: Susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pengamat politik, Emrus Sihombing mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum efektif. Ia juga menyoroti masih adanya kasus keracunan serta persoalan ketidaktepatan sasaran dalam pelaksanaan program tersebut.

Emrus menyebut, ukuran efektivitas program seharusnya dilihat dari dampak nyata di lapangan, termasuk keamanan konsumsi makanan bagi masyarakat. Akademisi ini menegaskan, tidak seharusnya ada korban dalam program pemerintah.

“Kalau saya berpendapat, karena sudah ada yang keracunan, maka program ini tidak efektif. Satu orang warga negara tidak boleh keracunan dengan program pemerintah, satu orang. Mereka itu manusia, karena ini persoalan makanan yang menjadi asupan bagi masyarakat. Jadi tidak boleh ada keracunan,” katanya kepada Mistar, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, untuk menilai efisiensi MBG juga harus ditentukan indikator yang jelas, mulai dari besaran anggaran yang dikeluarkan hingga proses distribusi makanan dan manfaat gizi yang diterima masyarakat.

Namun, ia mengkritik kebijakan efisiensi anggaran yang justru berdampak pada pemotongan di sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan. Emrus menilai langkah tersebut tidak tepat karena berpotensi mengganggu program lain yang juga penting.

“Kalau program kesehatan atau pendidikan berkurang demi MBG, itu menurut saya upaya yang tidak berkeringat,” ujar Pakar Komunikasi Indonesia itu.

Ia menambahkan, sejak masa kampanye sebelumnya telah mengingatkan bahwa program baru seharusnya didukung oleh sumber dana baru, bukan dengan memindahkan anggaran dari sektor lain.

“Kalau hanya sekadar memindahkan saja, saya pikir itu upaya yang tidak berkeringat. Ibarat balon, ditekan di sini, di sana yang menggelembung,” tuturnya.

Emrus menilai pemindahan anggaran tersebut berpotensi mengganggu pembangunan di sektor lain, termasuk pendidikan dan layanan kesehatan seperti BPJS yang juga tengah menghadapi berbagai persoalan.

“Maka ketika kampanye 2024 lalu, saya sudah teriak itu bahwa program baru harus sumber dana baru. Tapi kalau sumber yang lama, tinggal memindahkan saja, tidak berkeringat itu. Maka akan terganggu pembangunan-pembangunan lainnya,” ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN