Warganet Pertanyakan Urgensinya Pembelian Motor Listrik untuk Operasional MBG

Sepeda motor listrik berlabel BGN. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Di media sosial, video viral yang menunjukkan motor-motor listrik baru ini menuai banyak komentar warganet. Sebagian menyandingkan pengeluaran anggaran "jor-joran" untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kesejahteraan guru.
"Apa kabar guru yang di pelosok?" tanya seorang warganet dalam komentar Instagram media nasional dikutip, Selasa (7/4/2026).
Warganet lain mempertanyakan tentang urgensi, dan efisiensi anggaran yang saat ini sedang dijalankan pemerintah di tengah konflik Timur Tengah.
"Buat apa? Ada urgensinya?" tanya warganet lainnya.
Keberadaan sepeda motor listrik untuk operasional MBG ini muncul di tengah langkah pemerintah mengumumkan defisit anggaran yang terjadi Kuartal I 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam keterangan kepada media mengatakan defisit APBN sebesar Rp240,1 triliun pada akhir Maret 2026; atau setara 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurut Menkeu, defisit besar di awal tahun ini "karena kita percepat belanja pemerintah".
"Saya ingin menciptakan di mana belanja pemerintah hampir merata pertumbuhannya sepanjang tahun. Jangan sampai kayak tahun-tahun sebelumnya, menumpuk di akhir tahun sehingga dampak ekonominya tidak optimal," katanya.
"Jadi, defisit yang besar itu adalah konsekuensi logis dari kebijakan kita," tuturnya.
Ia menambahkan belanja ini hampir merata, "Tapi yang menonjol BGN, karena memang anggarannya besar," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut proses realisasi pengadaan motor secara bertahap dimulai pada Desember 2025. Ia juga membantah narasi dalam video viral yang menyebutkan jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," ucapnya.
PREVIOUS ARTICLE
BGN Beli Ribuan Unit Motor Listrik untuk Operasional MBGBERITA TERPOPULER























