X Tambah Fitur Transparansi, Pengguna Bisa Tahu Jika Postingan Dibatasi Pemerintah

Pengguna mengakses platform media sosial X. (foto: bisnis/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Platform media sosial X memperluas fitur transparansinya dengan memberikan informasi kepada pengguna ketika jangkauan akun atau unggahan mereka dibatasi akibat kewajiban hukum dari pemerintah suatu negara.
Pembaruan tersebut hadir melalui fitur Under the Hood. Melalui fitur ini, pengguna dapat mengetahui apabila unggahan mereka mengalami downranking atau penurunan peringkat distribusi karena X harus mengikuti permintaan hukum yang berlaku di wilayah tertentu.
X menyebut perluasan fitur tersebut dilakukan setelah pengguna memberikan respons positif terhadap informasi transparansi yang sebelumnya telah tersedia.
“Kami telah memperluas Under The Hood setelah melihat apresiasi pengguna terhadap transparansi yang lebih besar mengenai penyaringan konten yang diwajibkan pemerintah,” tulis X melalui akun @XOpenSource dikutip, Selasa (22/9/2026).
Sebelumnya, Under the Hood hanya menampilkan informasi mengenai label yang diterapkan pada akun maupun unggahan dalam periode satu bulan terakhir. Kini, cakupan informasi tersebut diperluas hingga mencakup pembatasan jangkauan yang dilakukan X untuk memenuhi ketentuan hukum di negara tertentu.
Pengguna juga dapat mengetahui apabila suatu unggahan ditahan atau tidak ditampilkan di wilayah tertentu berdasarkan permintaan hukum. Informasi tersebut akan disertai keterangan mengenai negara yang mengajukan permintaan.
Pembaruan ini menjadi penting karena sebelumnya pengguna tidak memiliki akses langsung untuk mengetahui secara spesifik apakah akun atau unggahan mereka mendapatkan perlakuan tertentu yang memengaruhi visibilitas.
Situasi semacam itu kemudian kerap dikaitkan dengan istilah shadowban, yakni dugaan pembatasan jangkauan konten tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pemilik akun.
Mengutip TechCrunch, informasi mengenai pemenuhan permintaan pemerintah pada sejumlah platform teknologi selama ini lebih banyak disampaikan melalui laporan transparansi. Data yang diberikan umumnya bersifat agregat sehingga pengguna tidak selalu dapat mengetahui apakah akun atau unggahan tertentu terdampak permintaan pemerintah.
X mulai menghadirkan informasi yang lebih terperinci melalui Under the Hood sejak Agustus 2026.
Fitur tersebut dapat diakses melalui pengaturan akun X. Pengguna yang membuat sedikitnya 10 unggahan dalam satu bulan dapat mengunduh data aktivitas mereka dalam format JSON.
Data itu memuat sejumlah informasi mengenai aktivitas akun, termasuk keterangan yang berkaitan dengan label dan visibilitas konten. Setelah pembaruan terbaru, informasi tersebut juga mencakup indikasi apabila akun atau unggahan dibatasi karena X harus mematuhi hukum yang berlaku di suatu negara.
Permintaan pembatasan konten dari pemerintah dapat berkaitan dengan berbagai ketentuan hukum, mulai dari aturan mengenai ujaran kebencian dan konten terorisme hingga regulasi yang berkaitan dengan pemilu.
Namun, penggunaan aturan tersebut juga menjadi perhatian kelompok yang bergerak di bidang kebebasan berekspresi. Mereka menilai regulasi mengenai konten ilegal di sejumlah situasi berpotensi digunakan untuk membatasi ekspresi atau perbedaan pandangan politik.
Dengan mencantumkan negara yang mengajukan permintaan serta konten yang terdampak, X berupaya memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai alasan sebuah unggahan memiliki jangkauan terbatas di wilayah tertentu.
X Juga Buka Informasi Algoritma
Perluasan Under the Hood merupakan bagian dari upaya X untuk meningkatkan keterbukaan mengenai cara platform mengatur, memoderasi, dan mendistribusikan konten. Sebelumnya, X juga telah membuka kode sumber algoritma For You, sistem rekomendasi yang menentukan berbagai unggahan yang muncul pada linimasa utama pengguna.
Keterbukaan tersebut kemudian diperluas dengan informasi mengenai konfigurasi model, mekanisme penyaringan, hingga sistem pemeringkatan konten. Kode yang tersedia juga memuat sejumlah parameter yang digunakan untuk menentukan bobot berbagai sinyal dalam sistem rekomendasi.
Informasi tersebut memungkinkan publik melihat sejumlah faktor yang berperan dalam menentukan konten yang akhirnya muncul dalam rekomendasi pengguna.
Saat X pertama kali membuka kode tersebut, Wakil Presiden Produk X Keith Coleman mengatakan keputusan itu kemungkinan akan mengejutkan sebagian orang. “Ini adalah sesuatu yang menurut saya akan membuat orang cukup terkejut bahwa kami merilisnya,” kata Coleman.
PREVIOUS ARTICLE
Bridgestone Perluas Jaringan TOMO Signature Masuka Tires dengan Layanan One Stop Solution









































