Claude Bantu Anthropic Kembangkan Generasi AI Berikutnya

Tangkapan laya laman web Anthropic. (foto: Mistar)
San Francisco, MISTAR.ID - Model kecerdasan buatan (AI) Claude kini berperan semakin besar dalam pengembangan generasi berikutnya dari teknologi Anthropic. Perusahaan menyebut Claude telah memimpin sekitar 26 persen pekerjaan riset dan pengembangan (R&D) modelnya.
Dilansir Associated Press, Jumat (18/9/2026), Anthropic dalam pengumuman Kamis menyebut kategori “memimpin” berarti Claude dapat menyelesaikan sebagian besar suatu tugas dari awal hingga akhir berdasarkan instruksi tingkat tinggi, meski tetap berada di bawah pengawasan manusia.
Claude belum bekerja sepenuhnya secara otonom.
Namun, sekitar 90 persen pekerjaan R&D Anthropic dilakukan melalui “kolaborasi” dengan Claude. Dalam kategori tersebut, model AI itu dapat mengerjakan “bagian-bagian besar pekerjaan di bawah arahan ketat manusia.
Pengumuman tersebut muncul ketika sejumlah tokoh terkemuka di industri AI menyerukan perlambatan pengembangan teknologi karena kekhawatiran terhadap keselamatannya. CEO Anthropic Dario Amodei termasuk tokoh yang aktif menyuarakan isu tersebut.
Anthropic mengatakan keterbukaan mengenai perkembangan kemampuan AI semakin penting seiring meningkatnya keterlibatan teknologi tersebut dalam proses pengembangannya sendiri.
“Ketika para pemimpin mempertimbangkan laju pengembangan AI, kita harus melakukan segala yang mungkin untuk memperkecil kesenjangan antara apa yang diketahui laboratorium AI terdepan dan apa yang diketahui publik,” kata Anthropic dalam sebuah unggahan blog.
Menurut perusahaan, itu berarti perkembangan AI harus diukur dengan lebih baik, dilaporkan secara terbuka, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan bagaimana informasi tersebut digunakan.
Anthropic juga memperingatkan keterlibatan AI dalam mempercepat pengembangan teknologi AI lainnya dapat membawa risiko baru.
“Model yang mempercepat pengembangannya sendiri dapat membuat sistem ini lebih sulit dipahami atau dikendalikan manusia,” kata perusahaan.
Menurut Anthropic, publikasi metrik tersebut dapat membantu mengukur seberapa dekat laboratorium AI terkemuka menuju recursive self-improvement, yakni kondisi ketika sebuah model mampu secara otonom membangun penerusnya sendiri.
Anthropic juga mendorong pengembang AI lainnya untuk secara rutin mengungkapkan metrik serupa dengan menggunakan metodologi publik. Dengan demikian, perkembangan kemampuan AI dapat dibandingkan dari waktu ke waktu dan, jika memungkinkan, antara satu laboratorium dengan laboratorium lainnya.
Perdebatan mengenai keselamatan AI semakin menguat setelah seorang peneliti Anthropic mengundurkan diri pekan lalu dengan menyampaikan peringatan keras mengenai potensi ancaman teknologi tersebut terhadap manusia.
Amodei, CEO OpenAI Sam Altman, Elon Musk dan sejumlah pemimpin industri teknologi lainnya disebut mendukung gagasan memperlambat pengembangan AI. Namun, sejumlah tokoh teknologi lainnya serta Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak pendekatan tersebut. (*)









































