Tiga Siswa MAN 2 Model Medan Dapat Beasiswa Belajar ke Kampung Inggris Kediri

Foto bersama pada penutupan program di MAN 2 Model Medan. (Foto: Humas MAN 2 Model Medan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Tiga siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Medan mendapatkan beasiswa untuk belajar selama satu bulan di Alifia Institute (AI), Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur.
Beasiswa ini diraih setelah ketiganya dinobatkan sebagai peserta terbaik pada penutupan English Class Program Asrama di lapangan utama MAN 2 Model Medan.
Ketiga siswa berprestasi tersebut adalah Rafa Raditya Afif dari kelas X-A, Azra Zahira Siregar dari kelas X-B, dan Danish Sabqi Mardiansyah dari kelas XI F3 A.
Kepala MAN 2 Model Medan, Wuri Tamtama Abdi, mengapresiasi perkembangan signifikan yang ditunjukkan para siswa asrama selama mengikuti program tersebut selama tiga bulan, sejak akhir Juli hingga Oktober 2026.
Dengan memanfaatkan lingkungan asrama yang aktif selama 24 jam, para siswa dilatih langsung oleh tentor profesional yang didatangkan khusus dari Kampung Inggris Pare, Kediri.
“Dari awal yang tidak memiliki kemampuan komunikasi (dalam bahasa Inggris), alhamdulillah para siswa sudah mampu berkomunikasi walaupun harus terus diasah agar dapat lancar seperti native speaker,” kata Wuri, seperti dikutip Mistar dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/11/2026).
Wuri menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong dan mempersiapkan para siswa agar memiliki kemampuan berbahasa, terutama bahasa Inggris. Oleh karena itu, ia memastikan program tersebut akan terus berlanjut dengan evaluasi berkala guna meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para siswa asrama.
“Insya Allah program ini akan terus berlanjut dan ditingkatkan, tentu dengan evaluasi yang ada demi menyempurnakan kemampuan para siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris,” tuturnya.
Senada dengan itu, WKM Humas MAN 2 Model Medan, Lily Primamori Harahap, menyampaikan program intensif ini memang dirancang untuk membiasakan siswa menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari di asrama. Hal tersebut dilakukan guna menunjang kapasitas komunikasi global para siswa madrasah. (hm25)










































