Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Riset Data Nasional Mahasiswi UINSU Tembus Konferensi Kesehatan Internasional di Tailan

Mistar.idKamis, 26 Maret 2026 pukul 19.53 WIB
riset_data_nasional_mahasiswi_uinsu_tembus_konferensi_kesehatan_internasional_di_tailan

Tiga mahasiswi FKM UINSU Medan yang akan mempresentasikan hasil penelitian mereka terkait kesehatan nasional ke panggung global (foto: dok UINSU/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Tiga mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UINSU) Medan berhasil membawa isu kesehatan nasional ke panggung global.

Mereka akan mempresentasikannya dalam 6th Education for Public Health (EC for PHR) International Conference yang digelar di Walailak University, Tailan, pada 27 Maret 2026.

Ketiga delegasi yakni, Dhea Rizky Fitri Saragi, Sri Rahayu yang masih menyandang status sebagai mahasiswa aktif, serta Faiza Adinda selaku alumni, akan bersaing memaparkan gagasan bersama para akademisi dari Malaysia, India, Vietnam, hingga Ethiopia.

Fokus riset mereka menyoroti permasalahan krusial seperti tuberkulosis (TB), pneumonia pada balita, hingga layanan kesehatan tradisional yang berbasis pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Rektor UINSU, Prof Nurhayati menyatakan, keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa kualitas riset mahasiswa yang berbasis data nasional, memiliki kualitas yang diakui secara internasional.

"Capaian ini memperkuat langkah internasionalisasi kampus dan pengakuan UINSU semakin meningkat secara global," ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Ketiga peneliti muda dibawah bimbingan Putra Apriadi Siregar ini membawa topik yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 3.3 untuk mengakhiri epidemi penyakit menular.

Penelitian Dhea Rizky Fitri Saragi yaitu membedah faktor-faktor penentu kejadian tuberkulosis pada balita di Indonesia. Sedangkan Sri Rahayu, mengkaji determinan pemanfaatan layanan kesehatan tradisional berdasarkan analisis data sekunder nasional. Sementara itu, Faiza Adinda meneliti kaitan kebijakan kawasan tanpa rokok terhadap prevalensi pneumonia pada balita di Indonesia.

Berkat kualitas abstrak yang lolos seleksi ketat dari tim reviewer, ketiganya mendapatkan fasilitas pembebasan biaya presentasi (free of charge) dalam konferensi yang mengusung tema ‘Education for Sustainable Public Health: Building Capacity, Resilience, and Equity for Future Generations’ itu.

Selain memaparkan hasil temuan, para delegasi juga dijadwalkan berdiskusi langsung dengan pakar kesehatan dunia, termasuk Dr Chawetsan Namwat dari Thai Health Promotion Foundation dan Prof Shamarina Shohaimi dari Universiti Putra Malaysia.

Konferensi yang digelar oleh School of Public Health, Walailak University ini dilaksanakan secara hybrid di Khao Luang Chamber.

“Ikutnya delegasi UINSU dapat memperkuat reputasi kampus, dan sebagai bukti perguruan tinggi yang aktif dalam kontribusi kebijakan kesehatan publik yang berkelanjutan,” ucap Nurhayati.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN