Dosen UINSU Ikuti Pelatihan Internasional di India, Soroti Pemanfaatan Pemetaan Kesehatan

Dosen FKM UINSU, Syafran Arrazy (kiri) saat menerima sertifikat alumni program beasiswa ITEC dari Konsulat Jenderal India di Medan (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Syafran Arrazy, 34 tahun, membagikan pengalamannya mengikuti program internasional Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) yang dinilainya membuka perspektif baru dalam bidang kesehatan masyarakat.
Syafran menjelaskan, ITEC merupakan program beasiswa tahunan dari pemerintah India yang terbuka bagi peserta dengan pengalaman kerja dua hingga tiga tahun serta berusia 25 hingga 45 tahun.
Ia sendiri mengikuti pelatihan bertajuk Geospasial Analysis di Geology Survey India Training Institute selama 20 hari, mulai 7 hingga 27 Januari 2026. “Jadi pelatihannya tentang pemetaan untuk geoscientist di seluruh dunia, dan ada 20 peserta dari 20 negara,” tuturnya, Selasa (24/3/2026).
Meski bukan berasal dari latar belakang geosains dan menjadi satu-satunya yang bukan geosains, ayah tiga anak itu mengaku mendapat dukungan penuh dari peserta lain selama mengikuti kegiatan. Hal itu menjadi salah satu momen yang paling berkesan baginya.
“Teman-teman sangat mendukung selama pelatihan. Saya merasa tidak hanya mendapat teman, tapi juga keluarga baru,” ucapnya.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan tersebut. Menurutnya, pengalaman yang didapat tidak hanya sebatas pembelajaran teori, tetapi juga praktik langsung serta pemahaman budaya India.
“Saya sangat bersyukur dan terharu karena tidak hanya belajar, tapi juga bisa mengenal budaya India lebih dalam dan melihat langsung kondisi di sana,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya dalam analisis berbasis pemetaan. Menurutnya, pendekatan geospasial memungkinkan analisis kondisi kesehatan tidak hanya dari satu variabel, tetapi juga dipengaruhi faktor lingkungan hingga data citra satelit.
“Kita bisa memetakan kondisi kesehatan secara geografis dan melihat pengaruh lingkungan, bahkan dari foto satelit yang sangat membantu dalam pengambilan keputusan,” ujar Syafran menjelaskan.
Sebagai alumni ITEC, Syafran juga mendorong masyarakat untuk tidak ragu mengikuti program tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh kebutuhan peserta ditanggung sepenuhnya oleh penyelenggara.
“Jangan takut mencoba, karena semuanya ditanggung, mulai dari tiket, penginapan, makan, hingga uang saku. Selain gratis, juga memberikan pengalaman dan juga menambah teman dari berbagai negara,” katanya lagi. (hm20)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















